Jika bukan dia, mengapa mengeraskan hati untuk bertahan?
Setidaknya berujung, daripada menunggu pada satu titik yang salah.
Jika menurutmu menghabiskan waktu terlalu lama untuk sesuatu dan
pada akhirnya melepaskan adalah kesia-siaan, aku lebih dari itu. Sebuah
perasaan berbunga yang tiba-tiba menjadi awan gelap. Mendung bahkan hujan
deras. Namun itu sebelumnya, sekarang tidak lagi. Senja yang dulu sangat pahit
ditatap, kini sangat manis dalam penantian yang sesungguhnya.
Ada sebuah kebahagiaan dalam ketulusan untuk melepas sesuatu
yang tidak berhak dimiliki. Bagaimana mungkin bunga dapat bertumbuh di serakan
besi? Hati yang salah pun tidak akan tumbuh pada tempat yang tidak semestinya.
Bahkan jika ingin mencoba pasti akan layu.
Setiap pertanyaan, ada jawaban. Setiap penantian, pasti akan ada
akhir. Mencoba belajar dari semua kejadian adalah pendewasaan dari penantian. Karena menunggu bukan hanya tentang mendapatkan yang diinginkan
tetapi menerima yang dibutuhkan. Sebuah cerita tidak bisa bahagia seutuhnya,
atau bersedih selamanya. Semuanya memiliki porsinya sendiri.
Seorang berucap, "Jika belum bahagia, maka itu belum
endingnya".
Percayalah, menunggu dan tidak mendapatkannya bukanlah
kesakitan. Tetapi berbahagialah telah melepas untuk belajar merelakan dan
pendewasaan yang mengantar pada satu jawaban indah tepat pada waktunya.
Teruslah berjalan. Karena dunia menyediakan beribu bintang untuk
dipetik. Menjadikanmu pribadi menawan yang berharga. Dirimu bukan untuk
disesali, tetapi menyatakan bahwa yang diam menunggu tidak selamanya bungkam
pada kehidupan. Tetapi yang berteman dengan kesempatan dan meraihnya di waktu
yang tepat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar