Minggu, 01 Desember 2013

Cinta Pertama?

Cinta pertama adalah cinta yang sama sekali ngga akan hilang dari kenangan setiap orang. Pertama kali jatuh cinta, pertama kali merasakan cemburu, pertama kali patah hati, semuanya serba pertama. Ada yang beruntung karena cinta pertamanya berhasil jadi cinta terakhirnya, namun tak banyak juga yang merasakan tak terwujudnya impian menjalani hidup bersama sang cinta pertama.

Masih ingat saat-saat dimana kamu dengan polosnya tersenyum hanya dengan mengingat dia yang kamu sukai? Rasa senang ketika dia mengajak pergi bersama atau bahkan hanya sekedar menyapa dirimu ketika berpapasan di lorong sekolah? Hal-hal kecil yang begitu membuatmu bahagia untuk pertama kalinya kamu rasakan dan itu membuatnya sulit untuk dilupakan.

Berpura-pura salah mengirim pesan, padahal dirimu memang sengaja melakukannya agar bisa memulai komunikasi dengannya. Atau mungkin, dengan sengaja meminjam pena miliknya dengan alasan tinta penamu habis atau ketinggalan di rumah. Kedengaran bodoh memang saat kamu kembali mengenangnya, namun disaat itu tidak ada hal yang tidak akan kamu lakukan asalkan dia sadar akan perasaanmu padanya.

Yang kamu tahu adalah kamu suka melihatnya, kamu senang mendengar suaranya, kamu bahagia jika bisa berinteraksi dengannya, sesederhana itu rasa dari cinta pertama. Bahkan jika temanmu mengatakan kalau dia terlihat kurang menawan, kurang menarik perhatian, namun di matamu dia terlihat sempurna dengan segala kekurangan dan kelebihan dirinya.

Cinta pertama selalu diidentikkan dengan masa remaja. Masa-masa dimana kamu menikmati hidup dengan sepenuhnya, tanpa disisipi rasa khawatir dengan problematika khas dunia dewasa. Saat itu, yang kamu tahu adalah cinta, cita-cita dan persahabatan. Waktu dimana kamu bebas berimajinasi dan merencanakan hidupmu. Tentu saja dalam impian masa depanmu itu terselip keinginan besar untuk menghabiskan waktu tumbuh dewasa bersama dengan cinta pertamamu.

Cinta pertama tidak selamanya berakhir bahagia dan kamu mungkin saja pernah mengalaminya. Ada yang cinta pertamanya bertepuk sebelah tangan dan ada juga yang sudah menjalani hubungan, namun putus di tengah jalan. Saat itu kamu merasakan bahwa cinta pertama datang sepaket dengan rasa patah hati yang begitu menyiksa untuk pertama kalinya.

Sakit namun tak berdarah. Mungkin bagi sebagian kamu, butuh waktu lama untuk menyudahi patah hati setelah menyadari cinta pertamamu tidak seindah yang kamu bayangkan. Cinta pertama menempa dirimu. Dulunya mungkin kamu tidak terlalu tertarik untuk belajar, namun setelah menyukainya kamu mati-matian ingin menjadi pintar seperti dirinya. Kamu yang dulunya cuek dengan masalah penampilan, berusahan untuk tampil sebaik mungkin di hadapannya.

Percaya atau tidak, usaha-usahamu dulu ketika menarik perhatian cinta pertamamu membawa dampak bagi dirimu yang sekarang. Mungkin kamu tidak berhasil mewujudkan cinta pertamamu menjadi cinta terakhirmu, namun pelajaran hidup yang kamu dapatkan saat mencintainya tidak akan pernah menjadi sia-sia. Semua orang pasti akan selalu mengingat hal-hal yang mereka rasakan untuk pertama kalinya. Begitu pun dengan rasa cinta. Sampai kapanpun, kamu pasti akan ingat siapa yang menjadi cinta pertamamu dan bagaimana dia bisa membuatmu begitu bahagia di kala itu.

Takkan ada yang menanyakan siapa cinta keduamu, ketigamu, atau bahkan keseratusmu, karena yang orang-orang tanyakan hanyalah siapa yang pernah mengisi relung hatimu untuk pertama kalanya alias cinta pertamamu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar