Kamis, 04 September 2014

Cinta Terpisah Oleh Jarak

"And as days go by, the memories remain. I wait for you. As days go by I swear I'll try. Until I die. Anything for you."


Sebenarnya kurang niat untuk membahas hal ini, namun masalahnya perasaan itu terjadi ketika gue harus sementara berpisah dari dia. Hubungan yang lebih dikenal dengan LDR ini adalah suatu hubungan yang terasa spesial dan unik. Gue juga pun orang yang mengalami kisah kasih yang terbentang oleh jarak yang jauh, cuman gue pernah menjalani kisah asmara yang jaraknya tidak terlalu jauh tapi kalau ketemu pun susah. Ah sudahlah ya ngga usah dibahas juga gapapakan? Kembali ke awal, LDR itu terasa spesial dan unik, kenapa? Karena hanya orang-orang tertentu yang bisa mempertahankan hubungan mereka yang terbatas untuk bertemu secara langsung karena jarak yang memisahkan mereka.

Spesial. Bukan nasi goreng atau martabak spesial, namun gue merasa suatu hubungan ini spesial. Karena akan ada kisah yang membuat orang-orang yang merasakan cinta tersebut tersenyum dan menikmatinya, bahkan tidak semua orang dapat berjuang dan bertahan dalam merasakan getirnya hubungan yang jauh tersebut. sehingga ketika mereka bertemu akan terasa spesial daripada mereka yang menjalani kisah kasihnya yang tidak terpisah jarak yang jauh.

Unik. Ah mungkin hampir sama dengan spesial, namun keunikannya adalah pada waktu mereka bertemu yang mungkin hanya tiap akhir minggu, berapa bulan sekali, bahkan sampai pada hitungan tahun. Unik karena banyak keunikan yang mungkin belum gue ketahui lebih banyak dari keunikannya lagi.



Tidak mudah untuk mempertahankan sebuah hubungan yang unik dan spesial ini, namun bukan berarti harus menyerah. Karena cinta tidak mengenal yang namanya jarak, dia akan percaya satu dengan lain meski mereka terpisah tapi hati mereka tidak pernah terpisah, cinta mereka saling berdekatan dan menyatu. Tidak ada yang tidak mungkin, bahkan kisah LDR pun banyak yang berakhir bahagia, iya bahagia. Menyatu menjadi satu dipersatukan oleh hubungan yang lebih tinggi yaitu pernikahan.

Bukan.. bukan... bukan cuma jarak yang kadang memisahkan namun waktu pun memisahkan hubungan ini. Seperti susah menyesuaikan waktunya, waktu yang tepat. Perbedaan zona waktu pun menjadi masalah bagi mereka yang terpisah oleh jarak yang begitu jauh.

Mereka tidak peduli dengan keadaan sekitar, mereka merasa bahagia ketika mempunyai waktu untuk bertemu meski itu hanya sebentar tapi itu terasa begitu berharga. Ketika rindu hanya dibalaskan melewati media tertentu, akhirnya penantian dari rindu itu terbalas dengan tatap muka dan belaian halus yang merasakan ketenangan.

Ah mungkin benar cinta itu tidak mengenal jarak atau waktu yang memisahkan dua sejoli yang dimabukan oleh asmara. Gue membayangkan bagaimana gue di posisi seperti itu, yang sering memeras perasaan ketika pasangan tidak ada kabarnya atau cemas dengan keadaannya, bahkan terkadang rasa cemburu meliputinya ketika melihat suatu hal yang mencurigakan lewat media sosial yang mereka miliki.



Yes, jarak yang malah membuat hubungan mereka semakin kuat. Percaya, yakin, dan setia. Tiga hal yang diperlukan untuk membuat hubungan ini menjadi kuat setiap harinya bahkan bertumbuh. Bagi mereka yang tidak merasakan hubungan ini akan mudahnya untuk mencela mereka yang menjalani hubungan ini.

Apa itu rindu? Apa itu kangen? Itu adalah makanan sehari-hari bagi mereka. Ketika kangen dan rindu mereka hanya dapat melepaskannya lewat foto-foto mereka yang tersimpan, melalui sms, melalui chatting yang dibantu oleh fasilitas lainnya. Ketika mereka rindu mendengar suara dari pasangannya terkadang telepon menjadi jalan tengah ketika internet pun menjadi masalah di antara mereka.

Sebuah pengorbanan besar yang mereka pertaruhkan, mungkin akan berakhir dengan keadaan yang bahagia di akhirnya. Cobaan itu akan banyak yang datang, silih berganti untuk menerjang namun keyakinan mereka terhadap cinta mereka dipertaruhkan bila mereka kuat melewatinya masih ada masalah lain yang akan datang, hanya lewat kepercayaan mereka dapat melewati setiap masalah tersebut.



Karena tidak ada yang mudah dalam menjalani suatu hubungan, terkadang jarak dan waktu membuatnya menjadi suatu cerita yang lain, namun terkadang jarak dan waktu membuatnya menjadi suatu kebosanan yang membuatnya menjadi hambar. Bosan dan tidak sabar untuk dapat bertemu kapan, terkadang jarak dan waktu tidak pernah berbohong, pengorbanan yang dilakukan menjad hambar ketika dari salah satu pihak merasa merekalah yang paling sering berkorban untuk memperjuangkan cinta mereka.

Akan banyak alasan dan argumen yang diberikan untuk mempertahankan siapa yang benar dan salah, tapi ketika ego itu sudah bermain dan memenangi perasaan itu hanya ada diperlukan hilangkan ego tersebut untuk memperjuangkan cinta tersebut. Memang ada rasa sakit ketika apa yang diperjuangkan, apa yang dikorbankan terasa satu pihak yang terus menerus mengalaminya, seakan yang berjuang untuk mempertahankannya, tapi percayalah kondisi seperti itu cepat atau lambat akan berubah. Bila kita percaya akan sebuah keajaiban dan keyakinan akan kekuatan cinta itu sendiri.

Tidak ada yang tidak mungkin.

Ah mungkin bagi saya, cinta yang dipisahkan oleh jarak dan waktu itu seperti mendukung suatu penyanyi yang berasal dari Canada, terlalu jauh untuk digapai, bahkan butuh perjuangan untuk menyaksikan konsernya, butuh pengorbanan yang lebih. Namun, ketika mendengar kedatangannya ke Indonesia, begitu excited untuk menyambutnya datang dan kerinduan gue untuk melihatnya terbayar lunas. Mungkin seperti itulah kondisi para orang-orang yang menjalani kisah cintanya dengan status LDR-an.

Berbahagialah orang-orang yang menjalani suatu hubungan tanpa merasakan LDR, namun lebih berbahagialah orang-orang yang menjalani suatu hubungan dengan LDR, karena mereka adalah orang yang terpilih dan spesial.



Sometimes, the people who are thousands of miles away from you, can make you feel better than people right beside you. – Unknown

I hate waiting. But if wait means being able to be with you, I’ll wait for as long as forever to be with you. – Unknown

Long distance relationship will work if two people involve are strong in faith, love and respect for each other. – Unknown

Tidak ada komentar:

Posting Komentar