"And as days go by, the memories remain. I wait for you. As
days go by I swear I'll try. Until I die. Anything for you."
Sebenarnya kurang
niat untuk membahas hal ini, namun masalahnya perasaan itu terjadi ketika gue
harus sementara berpisah dari dia. Hubungan yang lebih dikenal dengan LDR ini
adalah suatu hubungan yang terasa spesial dan unik. Gue
juga pun orang yang mengalami kisah kasih yang terbentang oleh jarak yang jauh,
cuman gue pernah menjalani kisah asmara yang jaraknya tidak terlalu jauh tapi
kalau ketemu pun susah. Ah sudahlah ya ngga usah dibahas juga
gapapakan? Kembali ke awal, LDR itu terasa spesial dan unik, kenapa?
Karena hanya orang-orang tertentu yang bisa mempertahankan hubungan mereka yang
terbatas untuk bertemu secara langsung karena jarak yang memisahkan mereka.
Spesial. Bukan nasi
goreng atau martabak spesial, namun gue merasa suatu hubungan ini spesial.
Karena akan ada kisah yang membuat orang-orang yang merasakan cinta tersebut
tersenyum dan menikmatinya, bahkan tidak semua orang dapat berjuang dan
bertahan dalam merasakan getirnya hubungan yang jauh tersebut. sehingga ketika
mereka bertemu akan terasa spesial daripada mereka yang menjalani kisah
kasihnya yang tidak terpisah jarak yang jauh.
Tidak mudah untuk
mempertahankan sebuah hubungan yang unik dan spesial ini, namun bukan berarti
harus menyerah. Karena cinta tidak mengenal yang namanya jarak, dia akan
percaya satu dengan lain meski mereka terpisah tapi hati mereka tidak pernah
terpisah, cinta mereka saling berdekatan dan menyatu. Tidak ada yang tidak
mungkin, bahkan kisah LDR pun banyak yang berakhir bahagia, iya bahagia.
Menyatu menjadi satu dipersatukan oleh hubungan yang lebih tinggi yaitu
pernikahan.
Bukan.. bukan...
bukan cuma jarak yang kadang memisahkan namun waktu pun memisahkan hubungan
ini. Seperti susah menyesuaikan waktunya, waktu yang tepat. Perbedaan zona
waktu pun menjadi masalah bagi mereka yang terpisah oleh jarak yang begitu
jauh.
Mereka tidak peduli
dengan keadaan sekitar, mereka merasa bahagia ketika mempunyai waktu untuk
bertemu meski itu hanya sebentar tapi itu terasa begitu berharga. Ketika rindu
hanya dibalaskan melewati media tertentu, akhirnya penantian dari rindu itu
terbalas dengan tatap muka dan belaian halus yang merasakan ketenangan.
Ah mungkin benar
cinta itu tidak mengenal jarak atau waktu yang memisahkan dua sejoli yang
dimabukan oleh asmara. Gue membayangkan bagaimana gue di posisi seperti itu,
yang sering memeras perasaan ketika pasangan tidak ada kabarnya atau cemas
dengan keadaannya, bahkan terkadang rasa cemburu meliputinya ketika melihat
suatu hal yang mencurigakan lewat media sosial yang mereka miliki.
Yes, jarak yang malah
membuat hubungan mereka semakin kuat. Percaya, yakin, dan setia. Tiga hal yang
diperlukan untuk membuat hubungan ini menjadi kuat setiap harinya bahkan
bertumbuh. Bagi mereka yang tidak merasakan hubungan ini akan mudahnya untuk
mencela mereka yang menjalani hubungan ini.
Apa itu rindu? Apa
itu kangen? Itu adalah makanan sehari-hari bagi mereka. Ketika kangen dan rindu
mereka hanya dapat melepaskannya lewat foto-foto mereka yang tersimpan, melalui
sms, melalui chatting yang dibantu oleh fasilitas lainnya. Ketika mereka rindu
mendengar suara dari pasangannya terkadang telepon menjadi jalan tengah ketika
internet pun menjadi masalah di antara mereka.
Sebuah pengorbanan
besar yang mereka pertaruhkan, mungkin akan berakhir dengan keadaan yang
bahagia di akhirnya. Cobaan itu akan banyak yang datang, silih berganti untuk
menerjang namun keyakinan mereka terhadap cinta mereka dipertaruhkan bila
mereka kuat melewatinya masih ada masalah lain yang akan datang, hanya lewat
kepercayaan mereka dapat melewati setiap masalah tersebut.
Karena tidak ada yang
mudah dalam menjalani suatu hubungan, terkadang jarak dan waktu membuatnya
menjadi suatu cerita yang lain, namun terkadang jarak dan waktu membuatnya
menjadi suatu kebosanan yang membuatnya menjadi hambar. Bosan dan tidak sabar
untuk dapat bertemu kapan, terkadang jarak dan waktu tidak pernah berbohong,
pengorbanan yang dilakukan menjad hambar ketika dari salah satu pihak merasa
merekalah yang paling sering berkorban untuk memperjuangkan cinta mereka.
Akan banyak alasan
dan argumen yang diberikan untuk mempertahankan siapa yang benar dan salah,
tapi ketika ego itu sudah bermain dan memenangi perasaan itu hanya ada
diperlukan hilangkan ego tersebut untuk memperjuangkan cinta tersebut. Memang
ada rasa sakit ketika apa yang diperjuangkan, apa yang dikorbankan terasa satu
pihak yang terus menerus mengalaminya, seakan yang berjuang untuk
mempertahankannya, tapi percayalah kondisi seperti itu cepat atau lambat akan
berubah. Bila kita percaya akan sebuah keajaiban dan keyakinan akan kekuatan
cinta itu sendiri.
Tidak ada yang tidak
mungkin.
Ah mungkin bagi saya,
cinta yang dipisahkan oleh jarak dan waktu itu seperti mendukung suatu penyanyi
yang berasal dari Canada, terlalu jauh untuk digapai, bahkan butuh perjuangan
untuk menyaksikan konsernya, butuh pengorbanan yang lebih. Namun, ketika
mendengar kedatangannya ke Indonesia, begitu excited untuk menyambutnya datang
dan kerinduan gue untuk melihatnya terbayar lunas. Mungkin seperti itulah
kondisi para orang-orang yang menjalani kisah cintanya dengan status LDR-an.
Berbahagialah
orang-orang yang menjalani suatu hubungan tanpa merasakan LDR, namun lebih
berbahagialah orang-orang yang menjalani suatu hubungan dengan LDR, karena mereka
adalah orang yang terpilih dan spesial.
Sometimes, the people who are thousands of miles away from you,
can make you feel better than people right beside you. – Unknown
I hate waiting. But if wait means being able to be with you,
I’ll wait for as long as forever to be with you. – Unknown
Long distance relationship will work if two people involve are
strong in faith, love and respect for each other. – Unknown





Tidak ada komentar:
Posting Komentar