Menunggu dan menanti
itu memang membosankan, ditambah lagi dengan ketidakjelasan akan apa yang
didapatkan setelah menunggu. Terkadang gue suka berpikir dan mengambil sebuah
asumsi bila menunggu itu adalah bagian dari yang namanya kesetiaan tapi
terkadang pula gue suka bilang itu adalah pembodohan. Tapi ternyata menunggu
yang tak pasti itu selalu menghasilkan sebuah cerita tersendiri yang tak dapat
diungkapkan oleh kata-kata.
Nyesek ialah ketika
sedang dalam menunggu, orang yang ditunggu itu malah pergi dengan orang lain.
Seakan merasa ditikam secara berkali-kali pada tempat yang sama, tapi hanya ada
kalimat mungkin atau seandainya yang keluar dari
bibir dan senyum tipis terkembang melihat orang tersebut pergi begitu
saja.
Ah, seandainya waktu
itu dapat memberikan sebuah tanda kapan waktu yang tepat untuk mengungkapkan
semuanya, malah terkadang waktu memberikan sebuah jawaban yang tak terduga yang
malah menjadikan penyesalan karena semuanya sudah terlambat dan telat. Dia
telah pergi dan haruskah tetap menantikan dirinya atau kembali mencari yang
lain?
Terkadang, eh bukan
deng, malah keseringan gue lebih memilih untuk menundanya dengan mengatakan ini
belum saat yang tepat dengan ditambah embel-embel lain yang mengikuti kalimat
di awal untuk memperkuat alasan tersebut. tapi, ya nyatanya yang sebenarnya
adalah hanya masalah ketidakberanian dan ketakutan yang mendera. Ketakutan yang
tanpa alasan yang jelas, yang malah membuat cinta itu seakan bertepuk sebelah
tangan, karena hanya mencintai dirinya dari jauh dan menutup rapat setiap kisah
tersebut dari orang lain.
if you dont try, you'll never know.
Mencoba? Sudah tapi
hasilnya sudah terjebak di dalam sebuah zona abu-abu yaitu, friend zone.
Segan untuk mengungkapkan karena takut malah merusah persahabatan yang sudah
terbangun. Atau, bagaimana dapat mencoba kan kondisinya begitu dalam memisahkan
dan gue dan dia pun tidak kenal, tapi bodohnya gue malah terjebak dalam
perasaan jatuh cinta terhadapnya. Ironis.
Seperti yang gue
bilang di awal menunggu itu pembodohan, karena di saat menunggu itu kita akan
bahagia ketika melihat dia sedang bahagia meskipun itu dengan orang lain dan
pada kenyataannya kita yang sedang terluka dan sakit melihat kenyataan
tersebut. Bodoh, mengapa hal tersebut dapat terjadi? Mengapa gue begitu lemah?
Dan mengapa gue membiarkan segala excuse itu yang menang?
Seperti saat
menantikan hujan reda, penuh berharap dan memimpikan melihat pelangi di akhir
hujan tersebut tapi terkadang pelangi yang diharapkan untuk muncul tersebut
tidak pernah nampak meski penantian yang dinantikan itu sudah begitu lama. Sama
seperti penantian dalam cinta, mungkin sudah begitu lama kita menunggu dan
menantikannya namun setelah di akhir dari penantian itu yang didapat bukanlah
kebahagian malah kekecewaan karena dia ternyata tak pernah kunjung datang.
Penyesalan itu
terjadi di akhir, dan dia merenggut sedikit kebahagian. Hanya ada rasa sesal,
tetapi mungkin saja memang kita yang salah menantikan cinta tersebut pada orang
yang salah dan kita tidak akan pernah tahu untuk semua jawaban itu.
Berapa lama kita
sudah menanti? Hitungan hari? Hitungan minggu? Hitungan bulan? Atau hitungan
tahun? Menunggu itu adalah bagian dari yang namanya pengorbanan. Kita berkorban
untuk sesuatu yang belum kita lihat dan tidak tahu akan hasil akhirnya
bagaimana. kita berkorban untuk yang namanya perasaan. Kita berkorban waktu dan
tenaga. dan yang pasti kita sudah terlalu bodoh untuk saat ini.
Lucunya ketika telah
menanti pada waktu yang lama dan merasa waktunya sudah tepat, semua perasaan
itu hilang lenyap begitu saja tanpa ada sisa. semuanya menjadi biasa saja,
tidak seperti saat waktu dalam menanti. Aneh tapi nyata, lucu tapi tragis.
Ah gue benci hal
tersebut, mengapa harus hanya rasa sakit hati yang diterima saat menunggu dan
saatnya sudah tepat malah rasa itu sudah tidak sama lagi, sudah tidak ada
bekasnya dalam hati ini. Apa itu sebuah rencana yang berasal dari alam semesta
ini yang membuat skenario yang terasa tragis ini? Gue tidak mau menyalahkan apa
yang terjadi dan siapa-siapa, tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar,
namun gue hanya memilih untuk menikmatinya saja tanpa terlalu banyak
berkomentar.
Menunggu bukan suatu
hal yang mudah, menunggu pun membutuhkan sebuah tingkat kedewasaan, menunggu
berarti harus siap untuk menanggung setiap resiko, menunggu juga siap untuk
makan hati setiap harinya, menunggu juga akan menghasilkan banyak alibi,
menunggu itu ... ah sudahlah terlalu banyak, bahkan sangat banyak yang akan
dituliskan dalam menunggu, dan gue menuliskan ini pun dalam keadaan menunggu.
Menunggu kepada ketidakpastian malah bukan hanya tidak pasti tapi gelap dan tak
dapat diraba-raba bagaimana hasilnya.
Menunggu itu
menghasilkan tingkat ke-kepo-an yang tinggi dan melatih menjadi tenaga stalker
profesional. Kita akan selalu bertanya dalam hati apa yang sedang ia lakukan
saat ini dan kita setiap paginya akan mendoakan dia di dalam doa kita. Menunggu
itu merusak jiwa dan pikiran, tapi menunggu itu akan menghasilkan senyuman yang
kasat mata.
Mungkin, kamu tidak tahu siapa yang sedang menunggumu...
Dia akan selalu setia menantimu untuk kamu datang kepadanya...
Mungkin, dia kalah oleh ketakutan dirinya...
Atau dia sedang menunggu waktu yang pasti dan tepat...
Tapi nyatanya...
Waktu itu akan selalu menghasilkan sebuah keajaiban...
Cinta memang banyak warnanya...
Dan warna yang terindah yaitu saat...
Penantian akan cinta itu terbalaskan...
Dan dia yang menunggu kamu selalu tersenyum kepadamu...
Dia selalu memperhatikanmu dari kejauhan...
Dia selalu berusaha untuk memahami dirimu yang terlalu jauh...
Atau salahkah dia yang mencintaimu tanpa bilang-bilang?
Salahkah dia?
Apakah kamu mau tahu siapa orang tersebut?
Dia adalah dia...
Mungkin kamu tidak mengenal dia, namun...
Dia mengenal dirimu dan mencintaimu..
Dia adalah dia...
Dia yang akan selalu menunggumu…
Entahlah... tidak ada
yang pasti untuk menjelaskan arti dari sebuah menunggu. Namun, bila ada orang
yang berkata belum pernah merasakan arti cinta sebenarnya sebelum merasakan
yang namanya patah hati, mungkin dapat ditambahkan arti cinta yang sebenarnya
adalah saat menunggu cinta itu. Karena dalam menunggu akan banyak kejutan dan
sebuah sensasinya tersendiri.
Takut. Mudah putus
asa. Lemah. Mungkin akan begitu cepat menyerah untuk memperjuangkan cinta yang
sedang mereka nantikan dan harapkan.
Menunggu...
Cinta...
Cinta itu sedang
menunggu kapan waktu yang tepat untuk datang, tapi pada kenyataannya sering
cinta itu terlambat datang, cinta itu datang kepada orang yang tepat di waktu
yang salah, cinta itu datang kepada orang yang salah di waktu yang tepat...
Cinta aku sedang
menunggumu?
Kapankah waktu yang
tepat untuk bertemu denganmu?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar