Setiap orang tua
pasti mencintai anaknya. Tapi belum tentu anak merasa dicintai oleh orang
tuanya. Karena anak-anak menilai rasa cinta orang tua lewat tindakan. Bukan
sekedar lewat kata-kata.
Beberapa orang tua
yang menyatakan cinta pada anaknya di media sosial justru memiliki anak yang
tidak merasa dicintai. Hal ini karena apa yang orang tua maksudkan dengan
apa yang anak tangkap berbeda.
Jika Anda ingin anak
merasa dicintai, maka ada baiknya untuk melakukan 9 hal ini:
1. Mengurangi main ponsel saat bersama anak.
Meminimalkan
penggunaan ponsel setiap kali sedang bersama anak. Pekerjaan, media sosial, dan
lainnya bisa menunggu tetapi jangan sampai Anda melewatkan masa tumbuh
kembangnya.
Jika Anda sulit
meninggalkan kebiasaan main ponsel ini, bayangkanlah saat anak Anda sudah
remaja nanti dan sudah punya gadget sendiri. Bagaimana perasaan Anda
ketika berbicara dengan anak Anda justru ia malah sibuk sendiri dengan
ponselnya?
2. Usahakan makan bersama.
Tak harus sehari tiga
kali makan bersama. Namun, Anda bisa memilih satu waktu khusus makan bersama
keluarga setiap harinya, misalkan saat sarapan maupun makan malam.
Atau, jika satu
keluarga memiliki jadwal yang berbeda, upayakan untuk menyisihkan satu maupun
dua hari khusus untuk makan bersama keluarga lengkap. Jadikan ini sebagai
tradisi agar anak memiliki ingatan baik tentang obrolan meja makan dengan orang
tuanya.
3. Ritual jelang tidur.
Anda bisa mulai
memberlakukan ritual jelang tidur ini sejak dini. Misal dengan mengajaknya
sikat gigi sebelum tidur, memberikan pelukan selamat tidur, maupun membacakan
cerita untuknya.
Bila sudah jadi
kebiasaan, anak akan selalu menunggu-nunggu ritual jelang tidur ini. Hubungan
Anda dan anak pun akan semakin akrab.
4. Sentuhan fisik.
Biasakan untuk selalu
memeluk, mencium, maupun membelai anak. Selain membuat anak merasa dicintai,
hal tersebut juga akan menghindarkannya dari depresi yang mungkin ia alami
ketika dewasa.
Sentuhan fisik juga
bisa memberikan rasa aman padanya. Jika orang tua memberikan rasa aman pada
anak, maka anak tak segan menceritakan perasaannya pada orang tua.
5. Quality time, bukan hanya quantity time.
Dalam quality
time, Anda benar-benar mencurahkan perhatian hanya kepada anak, bukan
sekedar duduk menemani di sebelahnya. Namun dalam quantity time, sekalipun
Anda hadir bersamanya setiap hari, belum tentu anak merasa bahwa Anda
bersamanya untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya.
6. Mendisiplinkan anak.
Jangan sampai anak
merasa bahwa ia bisa berbuat apa saja semaunya. Didikan Anda di masa sekarang
akan membentuk karakter pribadinya ke depan.
Hukuman, omelan,
maupun protes Anda ke anak akan selalu jadi hal yang diingatnya. Untuk itu,
gunakan kalimat yang halus namun tegas dan hindari hukuman fisik pada anak.
7. Kontak mata.
Hal sepele ini akan
membuat anak merasa dicintai oleh Anda. Karena perhatian Anda padanya akan
membuat ia merasa dihargai dan dianggap penting oleh orangtuanya.
8. Tersenyumlah padanya.
Kebiasaan Anda
tersenyum padanya akan ditiru oleh anak dalam kehidupan sehari-hari. Kelak,
wajah ceria Anda yang akan menghibur dirinya di kala sedih maupun ketika
mendapat masalah di luar rumah.
9. Jadilah contoh.
Jika Anda ingin anak
menjadi baik, saleh, taat, dan segudang harapan lain, maka jadilah contoh
untuknya. Anak bukanlah kotak mimpi orangtuanya semata.
Ia harus melihat
contoh orang di sekitarnya yang bisa jadi pelecut semangatnya dalam
berprestasi.
Tapi ingat, anak
bukanlah diri Anda. Beri apresiasi usahanya, apa pun itu.
Jangan sampai anak
merasa kecil hati karena tidak dapat berprestasi seperti Anda maupun saudara
dan teman-temannya. Sekali saja Anda membanding-bandingkan anak dengan yang
lainnya, maka ia akan mengingatnya seumur hidup.
Maka dari itu, ada
baiknya Anda memberi contoh tentang pentingnya bersikap adil dan suportif pada
anak. Anda bisa memperlihatkan rasa cinta ke anak dan ditangkap anak dengan
baik. Karena cinta anak pada orangtuanya adalah cerminan dari cinta orangtua
pada anaknya.
Semoga berhasil
menerapkannya ya, Parents...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar