Kamis, 04 September 2014

Terimakasih Cinta


Tidak pernah habis kata untuk membahas mengenai cinta, bila terjadi pembahasan mengenai cinta mungkin lebih panjang daripada Cinta Fitri atau Tersanjung. Tidak perlu untuk membahas mengenai arti cinta dan bagaimana cinta itu datang, namun rasakan dan nikmatilah cinta itu. Karena, kita tidak pernah tahu kapan cinta itu datang bahkan pergi.

Cinta, terlalu lemah diriku untuk menjelaskannya.
Bahkan cinta itu terlalu sering datang di waktu yang tidak tepat namun pada orang yang tepat menurutku.
Tapi, terkadang aku merasa bila aku terlalu bodoh karena cinta.
Bila, cinta itu sudah bertemu mengapa harus ada akhir?
Mengapa juga ada kalimat, “sepertinya hubungan kita sampai disini.”
atau, “kayaknya kita ngga jodoh.”
Apakah ini semacam pembodohan yang diberikan media-media?
Aku rasa tidak, hanya aku saja yang bodoh.
Bodoh dalam urusan bercinta.
Aku membiarkan cinta itu pergi dengan mudah.
Aku terlalu sulit untuk mengatakan cinta itu.

Entahlah...
Aku hanya sering bersembunyi dalam gelapku dan mencintai seseorang dalam sunyi.
Apakah aku boleh untuk geer bila ada orang yang mencintaiku?
Ainta itu butuh sebuah yang namanya kepastian bukan?
Tapi cinta yang aku rasakan tidak ada kepastian.
Sampai kapan aku harus menanti dan sampai kapan aku jaga perasaan ini.
Tidak ada yang tahu, hanya semesta yang mengetahuinya.
Terkadang aku yang penasaran berusaha untuk menghindari atau menolaknya.
Tapi cinta itu akan datang pada waktu yang indah.
Cinta yang akan mempertemukan kita di masa depan.

Bahkan ada orang yang mengatakan bila hidup tanpa cinta akan terasa hambar. Gue hanya bisa mengiyakan, namun banyak orang yang hidup tanpa cinta meski sesekali ia merindukannya. Mungkin ada sebuah hukum yang tak tertulis dan menjadi kebutuhan manusia yang paling mendasar yaitu,

"Cinta adalah sebuah hal yang sulit dimengerti, namun manusia selalu ingin dicintai dan mencintai."

Mungkin melalui tulisan gue ini gue hanya dapat mengatakan, terimakasih cinta. Karena cinta gue dapat menulis dan berimajinasi. Karena cinta gue bisa menikmati ragam film yang temanya mengenai cinta. Karena cinta gue dapat menikmati seni yang bernama music. Karena cinta gue dapat hidup. Karena cinta gue dapat mengerti apa arti dari sebuah patah hati. Karena cinta gue dapat sebuah alasan untuk mengagumi seseorang untuk saya cintai. Dan terimakasih cinta, gue tidak pernah membayangkan bila dalam hidup ini cinta itu tidak pernah diciptakan. Karena cinta, semua yang kita rasakan menjadi berwarna dan mempunyai cerita tersendiri.

Cinta, sejujurnya gue terlalu lelah untuk mencari siapa yang menjadi cinta gue. Bahkan cinta itu hanya bertahan di dalam hati gue, tidak mudah untuk mengatakan cinta, tapi terlalu mudah untuk jatuh di dalam cinta itu.

Ada banyak orang yang hidup dalam tipe cinta mereka, mungkin gue masuk ke dalam tipe secret admirer yang hanya bersembunyi di dalam sunyi untuk mencintai seseorang, akan menjaga sebuah rahasia mengenai apa yang dirasakannya, bahkan merasa terlalu lemah untuk merasakan cinta yang seharusnya dapat terbalas. Mencari banyak alasan dan mengatakan tunggu waktu yang tepat, tapi terkadang saat gue merasa waktunya sudah tepat malah sudah ada yang mendahului gue. Terlambat!

Waktu yang diperdebatkan untuk membahas cinta akan selalu terbuang percuma, mending menikmati cinta yang sedang menghampiri daripada terus memperdepatkan cinta.

Nikmatilah cinta...

Gue bukanlah orang yang romantis tapi gue cuma orang yang beruntung untuk dapat menikmati cinta hingga dapat menuliskannya. Tapi dalam keberuntungan itu, gue pun merasa belum beruntung karena sesuatu hal yaitu belum bisa bertemu dengan cinta itu. Cinta kapan kamu datang untuk mengisi hariku? Ah sudahlah...


cinta kamu terlalu lemah untuk membuatku tersadar...


Hanya sekedar membayangkan keromantisan percintaan dan cinta yang tidak pernah mengenal kata akhir. Mungkin kita terlalu egois untuk terus menyatukan cinta, namun cinta itu tidak akan pernah dapat dipaksakan untuk menyatu, tapi cinta itu akan menjembatani perbedaan yang ada dalam di dalam cinta itu. Cinta akan datang tiba-tiba di saat waktu yang tepat namun dengan orang yang tidak tepat.

Jangan pernah mengatakan cinta bila belum pernah merasakan yang namanya sakit hati, ada banyak lagu tentang cinta yang mungkin saja tidak dapat dilantunkan, ada banyak kata mengenai cinta namun tak semuanya dapat dipuisikan atau diceritakan.

Peluklah cinta itu dan rasakan kehangatan cinta itu. Dia akan membawamu terbang tinggi dan membuatmu merasakan begitu berharga, dia seperti obat doping yang membuat kekuatan kita begitu berlebih ketika merasakan cinta tersebut.

Mungkin... Iya... Hanya mungkin...
Seandainya... Seandainya...


Terimakasih cinta.. karena cinta gue dapat menyapanya di pagi ini dan mendapatkan senyuman di pagi ini meski hanya lewat emoticon di media sosial. Mungkinkah cinta itu akan menyatukan kita? Atau cinta itu hanya membuat kita menjadi teman?

Hidup itu memang misteri. Terlebih lagi cinta.
Gue belajar untuk berdiam dan tidak mengambil jalan pintas dengan percaya akan ramalan.

"Don't ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way...."

Jangan pernah menyerah dan putus asa untuk mendapatkan cintamu, karena cinta akan menemukan jalannya. Dan bila kamu percaya bahwa dia adalah cintamu, nyatakanlah. Jangan biarkan semuanya berakhir dengan kata terlambat. Lalu bersyukurlah karena sampai saat ini kamu telah mengenal apa arti cinta itu dan merasakan cinta dalam hidupmu. Karena cinta ku dapat bertahan.

Terimakasih cinta...

Cinta Terpisah Oleh Jarak

"And as days go by, the memories remain. I wait for you. As days go by I swear I'll try. Until I die. Anything for you."


Sebenarnya kurang niat untuk membahas hal ini, namun masalahnya perasaan itu terjadi ketika gue harus sementara berpisah dari dia. Hubungan yang lebih dikenal dengan LDR ini adalah suatu hubungan yang terasa spesial dan unik. Gue juga pun orang yang mengalami kisah kasih yang terbentang oleh jarak yang jauh, cuman gue pernah menjalani kisah asmara yang jaraknya tidak terlalu jauh tapi kalau ketemu pun susah. Ah sudahlah ya ngga usah dibahas juga gapapakan? Kembali ke awal, LDR itu terasa spesial dan unik, kenapa? Karena hanya orang-orang tertentu yang bisa mempertahankan hubungan mereka yang terbatas untuk bertemu secara langsung karena jarak yang memisahkan mereka.

Spesial. Bukan nasi goreng atau martabak spesial, namun gue merasa suatu hubungan ini spesial. Karena akan ada kisah yang membuat orang-orang yang merasakan cinta tersebut tersenyum dan menikmatinya, bahkan tidak semua orang dapat berjuang dan bertahan dalam merasakan getirnya hubungan yang jauh tersebut. sehingga ketika mereka bertemu akan terasa spesial daripada mereka yang menjalani kisah kasihnya yang tidak terpisah jarak yang jauh.

Unik. Ah mungkin hampir sama dengan spesial, namun keunikannya adalah pada waktu mereka bertemu yang mungkin hanya tiap akhir minggu, berapa bulan sekali, bahkan sampai pada hitungan tahun. Unik karena banyak keunikan yang mungkin belum gue ketahui lebih banyak dari keunikannya lagi.



Tidak mudah untuk mempertahankan sebuah hubungan yang unik dan spesial ini, namun bukan berarti harus menyerah. Karena cinta tidak mengenal yang namanya jarak, dia akan percaya satu dengan lain meski mereka terpisah tapi hati mereka tidak pernah terpisah, cinta mereka saling berdekatan dan menyatu. Tidak ada yang tidak mungkin, bahkan kisah LDR pun banyak yang berakhir bahagia, iya bahagia. Menyatu menjadi satu dipersatukan oleh hubungan yang lebih tinggi yaitu pernikahan.

Bukan.. bukan... bukan cuma jarak yang kadang memisahkan namun waktu pun memisahkan hubungan ini. Seperti susah menyesuaikan waktunya, waktu yang tepat. Perbedaan zona waktu pun menjadi masalah bagi mereka yang terpisah oleh jarak yang begitu jauh.

Mereka tidak peduli dengan keadaan sekitar, mereka merasa bahagia ketika mempunyai waktu untuk bertemu meski itu hanya sebentar tapi itu terasa begitu berharga. Ketika rindu hanya dibalaskan melewati media tertentu, akhirnya penantian dari rindu itu terbalas dengan tatap muka dan belaian halus yang merasakan ketenangan.

Ah mungkin benar cinta itu tidak mengenal jarak atau waktu yang memisahkan dua sejoli yang dimabukan oleh asmara. Gue membayangkan bagaimana gue di posisi seperti itu, yang sering memeras perasaan ketika pasangan tidak ada kabarnya atau cemas dengan keadaannya, bahkan terkadang rasa cemburu meliputinya ketika melihat suatu hal yang mencurigakan lewat media sosial yang mereka miliki.



Yes, jarak yang malah membuat hubungan mereka semakin kuat. Percaya, yakin, dan setia. Tiga hal yang diperlukan untuk membuat hubungan ini menjadi kuat setiap harinya bahkan bertumbuh. Bagi mereka yang tidak merasakan hubungan ini akan mudahnya untuk mencela mereka yang menjalani hubungan ini.

Apa itu rindu? Apa itu kangen? Itu adalah makanan sehari-hari bagi mereka. Ketika kangen dan rindu mereka hanya dapat melepaskannya lewat foto-foto mereka yang tersimpan, melalui sms, melalui chatting yang dibantu oleh fasilitas lainnya. Ketika mereka rindu mendengar suara dari pasangannya terkadang telepon menjadi jalan tengah ketika internet pun menjadi masalah di antara mereka.

Sebuah pengorbanan besar yang mereka pertaruhkan, mungkin akan berakhir dengan keadaan yang bahagia di akhirnya. Cobaan itu akan banyak yang datang, silih berganti untuk menerjang namun keyakinan mereka terhadap cinta mereka dipertaruhkan bila mereka kuat melewatinya masih ada masalah lain yang akan datang, hanya lewat kepercayaan mereka dapat melewati setiap masalah tersebut.



Karena tidak ada yang mudah dalam menjalani suatu hubungan, terkadang jarak dan waktu membuatnya menjadi suatu cerita yang lain, namun terkadang jarak dan waktu membuatnya menjadi suatu kebosanan yang membuatnya menjadi hambar. Bosan dan tidak sabar untuk dapat bertemu kapan, terkadang jarak dan waktu tidak pernah berbohong, pengorbanan yang dilakukan menjad hambar ketika dari salah satu pihak merasa merekalah yang paling sering berkorban untuk memperjuangkan cinta mereka.

Akan banyak alasan dan argumen yang diberikan untuk mempertahankan siapa yang benar dan salah, tapi ketika ego itu sudah bermain dan memenangi perasaan itu hanya ada diperlukan hilangkan ego tersebut untuk memperjuangkan cinta tersebut. Memang ada rasa sakit ketika apa yang diperjuangkan, apa yang dikorbankan terasa satu pihak yang terus menerus mengalaminya, seakan yang berjuang untuk mempertahankannya, tapi percayalah kondisi seperti itu cepat atau lambat akan berubah. Bila kita percaya akan sebuah keajaiban dan keyakinan akan kekuatan cinta itu sendiri.

Tidak ada yang tidak mungkin.

Ah mungkin bagi saya, cinta yang dipisahkan oleh jarak dan waktu itu seperti mendukung suatu penyanyi yang berasal dari Canada, terlalu jauh untuk digapai, bahkan butuh perjuangan untuk menyaksikan konsernya, butuh pengorbanan yang lebih. Namun, ketika mendengar kedatangannya ke Indonesia, begitu excited untuk menyambutnya datang dan kerinduan gue untuk melihatnya terbayar lunas. Mungkin seperti itulah kondisi para orang-orang yang menjalani kisah cintanya dengan status LDR-an.

Berbahagialah orang-orang yang menjalani suatu hubungan tanpa merasakan LDR, namun lebih berbahagialah orang-orang yang menjalani suatu hubungan dengan LDR, karena mereka adalah orang yang terpilih dan spesial.



Sometimes, the people who are thousands of miles away from you, can make you feel better than people right beside you. – Unknown

I hate waiting. But if wait means being able to be with you, I’ll wait for as long as forever to be with you. – Unknown

Long distance relationship will work if two people involve are strong in faith, love and respect for each other. – Unknown

Cinta Itu Sedang Menunggumu


Menunggu dan menanti itu memang membosankan, ditambah lagi dengan ketidakjelasan akan apa yang didapatkan setelah menunggu. Terkadang gue suka berpikir dan mengambil sebuah asumsi bila menunggu itu adalah bagian dari yang namanya kesetiaan tapi terkadang pula gue suka bilang itu adalah pembodohan. Tapi ternyata menunggu yang tak pasti itu selalu menghasilkan sebuah cerita tersendiri yang tak dapat diungkapkan oleh kata-kata.

Nyesek ialah ketika sedang dalam menunggu, orang yang ditunggu itu malah pergi dengan orang lain. Seakan merasa ditikam secara berkali-kali pada tempat yang sama, tapi hanya ada kalimat mungkin atau seandainya yang keluar dari bibir dan senyum tipis terkembang melihat orang tersebut pergi begitu saja.

Ah, seandainya waktu itu dapat memberikan sebuah tanda kapan waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya, malah terkadang waktu memberikan sebuah jawaban yang tak terduga yang malah menjadikan penyesalan karena semuanya sudah terlambat dan telat. Dia telah pergi dan haruskah tetap menantikan dirinya atau kembali mencari yang lain?

Terkadang, eh bukan deng, malah keseringan gue lebih memilih untuk menundanya dengan mengatakan ini belum saat yang tepat dengan ditambah embel-embel lain yang mengikuti kalimat di awal untuk memperkuat alasan tersebut. tapi, ya nyatanya yang sebenarnya adalah hanya masalah ketidakberanian dan ketakutan yang mendera. Ketakutan yang tanpa alasan yang jelas, yang malah membuat cinta itu seakan bertepuk sebelah tangan, karena hanya mencintai dirinya dari jauh dan menutup rapat setiap kisah tersebut dari orang lain.

if you dont try, you'll never know.

Mencoba? Sudah tapi hasilnya sudah terjebak di dalam sebuah zona abu-abu yaitu, friend zone. Segan untuk mengungkapkan karena takut malah merusah persahabatan yang sudah terbangun. Atau, bagaimana dapat mencoba kan kondisinya begitu dalam memisahkan dan gue dan dia pun tidak kenal, tapi bodohnya gue malah terjebak dalam perasaan jatuh cinta terhadapnya. Ironis.

Seperti yang gue bilang di awal menunggu itu pembodohan, karena di saat menunggu itu kita akan bahagia ketika melihat dia sedang bahagia meskipun itu dengan orang lain dan pada kenyataannya kita yang sedang terluka dan sakit melihat kenyataan tersebut. Bodoh, mengapa hal tersebut dapat terjadi? Mengapa gue begitu lemah? Dan mengapa gue membiarkan segala excuse itu yang menang?


Seperti saat menantikan hujan reda, penuh berharap dan memimpikan melihat pelangi di akhir hujan tersebut tapi terkadang pelangi yang diharapkan untuk muncul tersebut tidak pernah nampak meski penantian yang dinantikan itu sudah begitu lama. Sama seperti penantian dalam cinta, mungkin sudah begitu lama kita menunggu dan menantikannya namun setelah di akhir dari penantian itu yang didapat bukanlah kebahagian malah kekecewaan karena dia ternyata tak pernah kunjung datang.

Penyesalan itu terjadi di akhir, dan dia merenggut sedikit kebahagian. Hanya ada rasa sesal, tetapi mungkin saja memang kita yang salah menantikan cinta tersebut pada orang yang salah dan kita tidak akan pernah tahu untuk semua jawaban itu.

Berapa lama kita sudah menanti? Hitungan hari? Hitungan minggu? Hitungan bulan? Atau hitungan tahun? Menunggu itu adalah bagian dari yang namanya pengorbanan. Kita berkorban untuk sesuatu yang belum kita lihat dan tidak tahu akan hasil akhirnya bagaimana. kita berkorban untuk yang namanya perasaan. Kita berkorban waktu dan tenaga. dan yang pasti kita sudah terlalu bodoh untuk saat ini.

Lucunya ketika telah menanti pada waktu yang lama dan merasa waktunya sudah tepat, semua perasaan itu hilang lenyap begitu saja tanpa ada sisa. semuanya menjadi biasa saja, tidak seperti saat waktu dalam menanti. Aneh tapi nyata, lucu tapi tragis.

Ah gue benci hal tersebut, mengapa harus hanya rasa sakit hati yang diterima saat menunggu dan saatnya sudah tepat malah rasa itu sudah tidak sama lagi, sudah tidak ada bekasnya dalam hati ini. Apa itu sebuah rencana yang berasal dari alam semesta ini yang membuat skenario yang terasa tragis ini? Gue tidak mau menyalahkan apa yang terjadi dan siapa-siapa, tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, namun gue hanya memilih untuk menikmatinya saja tanpa terlalu banyak berkomentar.

Menunggu bukan suatu hal yang mudah, menunggu pun membutuhkan sebuah tingkat kedewasaan, menunggu berarti harus siap untuk menanggung setiap resiko, menunggu juga siap untuk makan hati setiap harinya, menunggu juga akan menghasilkan banyak alibi, menunggu itu ... ah sudahlah terlalu banyak, bahkan sangat banyak yang akan dituliskan dalam menunggu, dan gue menuliskan ini pun dalam keadaan menunggu. Menunggu kepada ketidakpastian malah bukan hanya tidak pasti tapi gelap dan tak dapat diraba-raba bagaimana hasilnya.

Menunggu itu menghasilkan tingkat ke-kepo-an yang tinggi dan melatih menjadi tenaga stalker profesional. Kita akan selalu bertanya dalam hati apa yang sedang ia lakukan saat ini dan kita setiap paginya akan mendoakan dia di dalam doa kita. Menunggu itu merusak jiwa dan pikiran, tapi menunggu itu akan menghasilkan senyuman yang kasat mata.

Mungkin, kamu tidak tahu siapa yang sedang menunggumu...
Dia akan selalu setia menantimu untuk kamu datang kepadanya...
Mungkin, dia kalah oleh ketakutan dirinya...
Atau dia sedang menunggu waktu yang pasti dan tepat...
Tapi nyatanya...
Waktu itu akan selalu menghasilkan sebuah keajaiban...
Cinta memang banyak warnanya...
Dan warna yang terindah yaitu saat...
Penantian akan cinta itu terbalaskan...
Dan dia yang menunggu kamu selalu tersenyum kepadamu...

Dia selalu memperhatikanmu dari kejauhan...
Dia selalu berusaha untuk memahami dirimu yang terlalu jauh...
Atau salahkah dia yang mencintaimu tanpa bilang-bilang?
Salahkah dia?
Apakah kamu mau tahu siapa orang tersebut?
Dia adalah dia...
Mungkin kamu tidak mengenal dia, namun...
Dia mengenal dirimu dan mencintaimu..
Dia adalah dia...
Dia yang akan selalu menunggumu…



Entahlah... tidak ada yang pasti untuk menjelaskan arti dari sebuah menunggu. Namun, bila ada orang yang berkata belum pernah merasakan arti cinta sebenarnya sebelum merasakan yang namanya patah hati, mungkin dapat ditambahkan arti cinta yang sebenarnya adalah saat menunggu cinta itu. Karena dalam menunggu akan banyak kejutan dan sebuah sensasinya tersendiri.

Takut. Mudah putus asa. Lemah. Mungkin akan begitu cepat menyerah untuk memperjuangkan cinta yang sedang mereka nantikan dan harapkan.

Menunggu...
Cinta...

Cinta itu sedang menunggu kapan waktu yang tepat untuk datang, tapi pada kenyataannya sering cinta itu terlambat datang, cinta itu datang kepada orang yang tepat di waktu yang salah, cinta itu datang kepada orang yang salah di waktu yang tepat...

Cinta aku sedang menunggumu?
Kapankah waktu yang tepat untuk bertemu denganmu?

Kamis, 28 Agustus 2014

Rasa itu...

Pelangi itu sudah tidak seindah dulu, kini ia mulai sering merusak hingga ulu hatiku. Perasaan ini terasa sesak saat aku ingat kembali raut wajah dan tatapan tajam matanya. Bagai simfoni membisu di suatu keramaian, kini aku sendiri dalam sepi. Terkadang aku bertanya mengapa kedudukan bintang jauh diatas bulan, padahal yang kutahu bintang mengambil cahaya bulan. “Cahayanya sampai ke bintang, ambilkan bu untuk menerangi tidurku yang lelap di malam gelap” sebuah lagu pun tau bahwa bulan si pemilik sumber cahaya, namun mengapa bintang bisa lebih unggul dan menarik dimata oranglain? Entahlah akupun mulai tidak mampu memahami keadaan ini, aku semakin sulit mengerti atas apa yang aku lakukan sekarang. Ini semua membuat kelabu fikiranku. Aku terus mengikuti detak jarum jam yang terdengar di ruangan ini yang semakin sunyi. Saat aku tersadar bahwa semuanya semakin menghilang, aku takut apa yang aku lakukan selama ini tidak berguna sama sekali. Aku masih tidak ingin ini berakhir begitu saja. Semuanya menjadi kacau, semrawut, dan hampir sirna.

Aku segera bangkit dari renunganku dan melihat kesekelilingku saat ternyata aku sedang sendiri dalam sepi. Ruangan ini terasa semakin gelap dan tidak bercahaya. Hampalah sudah kini, karena semuanya telah hancur berantakan. Aku pernah merasa bangga saat aku sedang berada di puncak. Dan mereka bilang aku adalah seorang bintang. Tapi tidak ada yang istimewa jika aku hadir di siang hari bukan ? Bintang hanya akan terlihat menarik saat yang lain mulai meredup, saat yang lain menghilang bintanglah yang paling terang, coba letakan aku dibawah sorot lampu menderang, kalian bisa tau bahwa aku bukan siapa-siapa. Semua ini menjadi hujan air mata saat langkahku harus terhenti. Cukup, aku tidak ingin melihat dan mengingatnya lagi. Terlalu buruk untuk aku ingat dan hanya akan meninmbulkan pedih yang luar biasa, Padahal yang kutahu kita memiliki tujuan yang sama, hanya jalan sajalah yang berbeda.

Surat Kecil Untukku...

Mungkin mereka bilang di dunia ini tidak ada yang selamanya. Tapi kitalah yang akan membuat sejarah itu sekarang. Bahwa kata selamanya layak untuk hubungan kita. Apalah arti hidup aku bila tanpamu? Aku hanya ingin kamu ada buat aku hingga akhir hidupku. Aku ngga ingin kebahagiaan ini hilang begitu saja, karena kebahagiaan inilah yang paling berarti buat aku, dan aku hanya bisa dapatkan kebahagiaan ini bersama kamu. Kadang aku selalu berdo’a dan berfikir kalau hubungan kita tanpa akhir, dan aku berharap itu menjadi kenyataan. Aku ngga peduli seberapa banyak cobaan dan rintangan yang harus aku lalui. Aku akan bisa lewati itu semua, asalkan bersama sama-sama kamu. Aku selalu disini, akan selalu menemani kamu sayang.


Komang Satria Liana

Catatan Kecil Untukmu...

Aku hanya berharap agar kamu tahu bahwa aku mencintaimu selamanya. Dan aku akan tetap mencintaimu selamanya. Kamu adalah salah satu orang yang membuatku menemukan siapa diriku. Aku selalu berfikir bahwa aku akan memilikimu untuk selamanya. Sampai ada seseorang memberi tahuku bahwa tak ada hal yang terjadi selamanya. Dan aku menyadari bahwa dia sedang membicarakan Komang-Ku, Kekasih-Ku.

Waktu tak mungkin akan berhenti, aku ingin kamu ada untukku dan hanya untukku, tapi ini tak dapat terjadi. Banyak orang yang membuat lelucon tentang diriku karena aku menjalin hubungan denganmu. Banyak orang yang merendahkanku karena perbedaan ini. Tapi aku tidak membenci mereka. Aku merasa menyesal atas perbuatan mereka, karena mereka tidak pernah tau arti dari berjuang untuk mempertahankan, terutama orang yang mereka cintai.

Sayangku, kalau kamu menangis karena suatu alasan, jangan menangis. Tetaplah kuat, karena aku masih seorang anak perempuan yang berjuang mempertahankan yang aku miliki untuk kebahagiaanku. Dan menunjukan pada mereka bahwa aku BISA meraih kebahagiaanku. Dan kamu tahu? Ini menjadi kenyataan! Karena tak ada yang mustahil. Sayangku, apapun pasti terjadi. Aku akan terus berjuang untuk menunjukan padamu, bahwa aku mencintaimu.

Aku berterimaksih banyak padamu karena kamu aku menjalani hidup lebih ceria. Lelucon yang membuatku tertawa, sebuah senyuman yang mampu meluluhkan hatiku, dan pita suara yang kau miliki itu membuatku jatuh. Jatuh kedalam lubang, yang bernama CINTA. Dan pada akhirnya aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta padamu. Bukan karena paras tampanmu, bukan juga karena kekayaanmu. Namun aku mencintaimu karena apa adanya dirimu. Aku mencintaimu seperti spongebob yang mencintai sebuah krabby pattie. Terdengar dan terlihat gila. Namun mereka tak pernah mengetahui dan merasakan bagaimana dan seberapa besar cinta kita kepada masing-masing. Aku mencintaimu seperti payung, yang rela membasahi dirinya sendiri dibawah guyuran air hujan dan membiarkan seseorang dibawahnya tetap kering dan hangat. Meski dirinya sendiri merasa kedinginan dan kebasahan. Aku mencintaimu seperti pohon yang rindang yang rela berpanas-panasan dibawah sinar matahri yang terik dan berusaha menjaga seseorang dibawahnya agar dia tak kepanasan. Aku mencintai sebesar galaxy, tak terkira, tak terhingga, dan tak terhitung. Aku mencintai semurni embun pagi yang selalu muncul diawal hari dan tak terkontaminasi apapun. Aku mencintaimu tulus seperti matahari, yang rela menerangi hari meski dirinya sendiri merasa kepanasan.

Aku hanya ingin melihatmu bahagia, aku hanya ingin melihatmu tersenyum. Seperti saat itu, seperti saat kita menghabiskan waktu bersama. Terimakasih atas kenangan yang pernah kamu berikan, kenangan ini akan selalu ku kenang sampai akhir hidupku. Aku sadar aku hanya memiliki sedikit waktu untuk bersamamu dan sepertinya aku tak dapat membuat sisa waktu kebersamaan kita bermakna dimatamu. Aku hanya dapat membuatmu kecewa karena aku tak bisa seperti yang kamu harapkan. Namun kamu harus mengerti aku tak mungkin membiarkanmu bersedih karena kecewa dan kamu tak mungkin dapat segera perempuan yang kamu harapkan. Namun satu pengharapanku padaku, berjanjilah untuk tetap menjalani hidupmu seperti dulu. Aku tak ingin kau bersedih karena kepergianku. Aku juga berharap kamu akan mendapatkan perempuan yang lebih baik dariku. Kumohon jangan menangis karena kepergian gadis bodohmu ini. Jangan pernah putus asa karena gadis bodohmu ini tak sanggup untuk menahan sakit. Aku hanya ingin kamu tertawa selama jantungmu berdetak, selama darah dinadimu mengalir, dan selama kamu bernafas. Jangan biarkan setetes air matamu itu jatuh, jangan biarkan aku bersedih disini. Kau bisa berjanji padaku bukan? Aku harap kamu bisa berjanji padaku. Ini bukanlah perpisahan, namun hanya suatu keadaan yang menyulitkan. Suatu saat nanti mungkin kita akan bertemu. Entah kapan, namun aku yakin kita akan bertemu. Namun bukan sekarang, sekarang bukan waktu yang tepat.

Tapi jangan katakan padaku bahwa aku tidak mencintaimu, bahwa aku tidak hidup untukmu. Aku akan selalu ada bersamamu. Aku adalah Febri untukmu. Aku adalah Febri-Mu. Seorang anak perempuan yang memotret wajahnya dengan pose lucu agar bisa membuat seseorang yang dicintainya tertawa dan tersenyum. Aku tahu, aku akan tumbuh menjadi dewasa, tetapi aku akan tetap menjadi “Febri” untukmu. Kamu berhak atas semua cintaku. Mungkin kamu berkata bahwa aku tak pernah menunjukannya. Tapi kau tahu? Aku mencintaimu. Tapi, aku fikir itu tak akan lama lagi, karena aku juga harus melanjutkan kehidupanku, sama seperti dirimu. Jika kamu berfikir bahwa FEBRIANI HARDILAH berubah. TIDAK!!! Aku tidak akan pernah berubah. Aku tetaplah seorang anak yang berjuang dan berdo’a untuk mempertahankan kebahagiaan-Ku. Aku hanya bertumbuh dewasa. Semua cintaku untukmu, My Sweetheart-Ku, sampai selamanya Komang Satria. I wanna be with you, I love you…

Fhyn

Selasa, 22 Juli 2014

Yuk, tau lebih jauh tentang anak Indigo!

Indigo adalah warna NILA, biru gelap. Anak indigo adalah anak yang memiliki pancaran aura berwarna nila. Cara berpikirnya yang khas, pembawaannya yang tua, membuat anak indigo tampil beda dengan anak sebayanya. Pancaran aura yang dimilikinya membawa kepada suatu karakteristik perilaku unik. Secara fisik anak indigo sama sekali tak berbeda dengan anak lainnya.

Lewat bukunya “Understanding Your Life Through Color”, Nancy Tappe (1982) membuat klasifikasi manusia berdasarkan warna energi atau cakra. Cakra adalah pintu-pintu khusus dalam tubuh manusia untuk keluar masuknya energi. Konon pada tubuh manusia ada 7 cakra, yaitu:
1. Cakra Mahkota ada di puncak kepala.
2. Cakra Ajna di antara dua alis.
3. Cakra Tenggorokan di tenggorokan.
4. Cakra Jantung di tengah dada.
5. Cakra Pusar ada di pusar.
6. Cakra Seks ada pada Tulang Pelvis.
7. Cakra Dasar ada di tulang ekor.

Anak indigo memiliki keunggulan pada cakra Ajna (the third eyes) yang berkaitan dengan kelenjar hormon hipofisis dan epifisis di otak. Adanya mata ketiga ini membuat anak indigo disebut memiliki indra keenam. Mereka dianggap memiliki kemampuan menggambarkan masa lalu dan masa datang. Satu hal yang penting dan digaris bawahi, yaitu tidak jarang anak indigo salah diidentifikasi. Mereka sering dianggap sebagai anak LD (Learning Disability) ataupun anak ADD/HD (Attention Deficit Disorder/Hyperactivity Disorder). Perbedaannya adalah ketidakajegan munculnya perilaku yang dikeluhkan. Misalnya pada anak indigo, mereka menunjukkan keunggulan pemahaman terhadap aturan-aturan sosial dan penalaran abstrak, tapi tak tampak dalam kesehariannya, baik di sekolah maupun di rumah.

A. AURA dan INDIGO

Aura manusia tak pernah tanpa warna. Walaupun intensitas dan distribusi warna-warna dalam aura dapat sangat berbeda, aura lazimnya dicirikan oleh sebuah warna dominan dalam struktur aura yang mantap. Karenanya, anak indigo adalah anak yang memiliki aura dominan indigo (biru keunguan). Warna aura seseorang jelas sangat mempengaruhi kehidupannya. Aura merupakan catatan pribadi sejarah hidup seseorang karena dapat menyajikan informasi penting yang tidak tersedia melalui sumber-sumber lain. Terdapat banyak bukti yang menyatakan bahwa kejadian-kejadian di masa depan, baik yang positif mau pun negatif, dapat direkam dalam aura. Hanya dengan ’melihat’ aura tersebut, kita dapat mengaktifkan kemampuan supernatural kita, misalnya telepati. Aura secara umum adalah sebuah getaran energi yg menyelebungi seluruh tubuh manusia. Kalau dibayangkan, aura seperti lapisan atmosfer yang menyelimuti tubuh manusia. Aura pun berlapis-lapis. Secara umum dikenal ada lapisan astral,mental,dan spiritual.

B.  HUBUNGAN AURA dengan CAKRA

Cakra merupakan sebuah generator (pembangkit),generator tersebut menghasilkan getaran-getaran yang membentuk aura tersebut. Cakra dibagi menjadi 2 bagian, ada cakra Mayor(utama/besar) dan cakra Minor(kecil). Cakra Mayor pada tubuh manusia awam, dikenal ada 7:

1. Cakra Mahkota, terletak di atas kepala (ubun-ubun) berwarna ungu.
2. Cakra Ajna, terletak di depan tengah alis mata berwarna indigo.
3. Cakra Tenggorokan, terletak depan tenggorokan berwarna biru.
4. Cakra Jantung, terletak di depan tengah dada berwarna hijau.
5. Cakra Solar Plexus, terletak di depan pusar berwarna kuning.
6. Cakra Tantien, terletak 2 sd. 3 jari dibawah pusar berwarna orange.
7. Cakra Dasar, terletak diujung tulang ekor bawah berwarna merah.

Masing-masing cakra tersebut mempunyai keterkaitan terhadap kondisi manusia tersebut, baik dari segi emosional, pola pikir, iman dsbnya. Nah, Warna indigo menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal cakra (dari bawah ke atas), dalam bahasa Sansekerta disebut Cakra Ajna, yang terletak di dahi, di antara dua mata.

C. ASAL-USUL INDIGO

Istilah “anak indigo” atau indigo children merupakan istilah baru yang ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe. Dan pertama kali dipublikasikan oleh Jan Tobel dan Lee Carol dalam buku mereka The Indigo Children: The New Kids Have Arrived. Lee Carol bersikeras bahwa konsep ini (istilah Indigo) dibisikkan oleh ‘makhluk’ dari dimensi lain yang bernama Kryon. Yang jelas, anak Indigo memiliki keunggulan pada cakra Ajna (the third eyes) yang terletak di dahi antara kedua alis mata yang berkaitan dengan kelenjar hormon hipofisis dan epifisis di otak.


Dalam klasifikasi yang baru, Nancy membahas warna indigo yang muncul kuat pada aura anak-anak yang lahir setelah 1980.  Namun pada sumber yang lain dikatakan bahwa yang termasuk ke dalam kategori anak/dewasa Indigo tidak terbatas hanya pada anak-anak yang terlahir pada era 80-an saja namun sebagian ahli yang lain menyatakan pula bahwa anak atau seseorang yang terlahir seratus tahun yang lalu (era 1900) hingga era sekarang yang memiliki warna aura Nila atau Indigo juga bisa disebut sebagai anak/dewasa Indigo.


Anak Indigo ini lahir karena mereka yang akan “mewarisi” dunia baru, yaitu dengan bergantinya Zaman Pisces ke Zaman Aquarius. Zaman Aquarius ini sendiri ditandai dengan munculnya keinginan untuk menjadi lebih spiritual lagi. Spiritual disini bukan berarti “religius” namun lebih ke arah mendalami reliji itu untuk menemukan kebenaran sejati.


Menurut dr. Tubagus Erwin Kusuma SpKj, psikiater yang menaruh perhatian pada masalah spiritualitas, anak-anak seperti itu semakin muncul di mana-mana di dunia, melewati batas budaya, agama, suku, etnis, kelompok, dan batas apa pun yang dibuat manusia untuk alasan-alasan tertentu. Fenomena anak indigo makin banyak muncul di tengah masyarakat. Sayang, hingga saat ini belum banyak yang memberikan perhatian bagi pendidikan anak-anak berbakat yang diyakini memiliki indra keenam itu.


Fenomena itu menarik perhatian banyak pihak, karena dalam paradigma psikologi manusia, anak-anak itu dianggap “aneh”, seperti pada film ”The Sixth Sense”. Pandangan ini muncul karena selama ini kemanusiaan telanjur dianggap sebagai hal yang statis, tak pernah berubah. Padahal, semua ciptaan Tuhan selalu berubah. Sebagai hukum, masyarakat cenderung memahami evolusi tapi hanya untuk yang berkaitan dengan masa lalu. “Fenomena munculnya anak-anak dengan kemampuan seperti itu merupakan bagian dari evolusi kesadaran baru manusia, yang secara perlahan muncul di bumi, terutama sejak awal milenium spiritual sekitar tahun 2000 yang disebut Masa Baru, The New Age, atau The Aquarian Age. Semua ini merupakan wujud kebesaran Allah,” tegas Erwin.

D. SEPERTI APA SIH INDIGO?

Anak indigo adalah anak-anak yang memiliki aura dominan berwarna nila/indigo yang fisiknya tak berbeda dibandingkan dengan anak lainnya. Cara berpikirnya yang khas, pembawaannya yang tua, membuat anak indigo tampil beda dengan anak sebayanya. Pancaran aura yang dimilikinya membawanya kepada suatu karakteristik perilaku unik yang hanya dimiliki oleh anak-anak indigo.


Anak indigo memiliki roh yang sudah tua (old soul) sehingga dalam keseharian, tidak jarang memperlihatkan sifat orang yang sudah dewasa atau tua. Kebanyakan anak indigo juga memiliki indra keenam yang lebih kuat dibanding orang biasa. Kecerdasannya di atas rata-rata. Anak-anak ini memiliki kesadaran yang lebih tinggi daripada kebanyakan orang, mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka. Seringkali anak indigo tidak mau diperlakukan seperti anak kecil dan tak mau mengikuti tata cara maupun prosedur yang ada. Maka seringkali mereka disebut sebagai seorang pemberontak dan keras kepala.


Anak Indigo merupakan fenomena alam yang lumrah sesuai dengan evolusi manusia. Jika dahulu dari manusia pieticen tropus menjadi homo sapiens seperti sekarang ini. setiap pergantian masa selalu disertai oleh perubahan manusia baru. seperti fir’aun mengejar musa. Seperti tanah jawa berubah dari peradaban hindu menjadi Islam dari Islam ke kebudayaan mataraman dengan agen sejarahnya sutawijaya yang nota bene masih remaja (bisa disebut Fenomena manusia Indigo kurang lebih ). Dan saat ini dunia sedang membangun peradabannya dengan tipe manusia baru. Yang lazim kita sebut anak Indigo. Yang mungkin dapat menyempurnakan dan meningkatkan peradaban kita lagi. Sedangkan yang menjadi keistimewaan orang-orang Indigo adalah pada cakra Ajna (the third eyes-mata ke tiga) yang berkaitan dengan kelenjar hormon hipofisis dan epifisis di otak.


Bahkan para ahli psykolog ada yang menyatakan bahwa keunggulan Cakra Ajna yang dimiliki oleh anak/dewasa Indigo setara tingkatannya dengan para nabi dan santo. Cakra Ajna (cakra mata ke-tiga) yang telah terbuka membuat mereka mampu melihat dan memahami hal-hal baik secara fisik maupun metafisik yang tidak bisa dimengerti oleh orang kebanyakan. Sebagian besar dari mereka mampu melihat masa lalu, masa sekarang maupun masa depan atau lebih popular disebut sebagai kemampuan meramal. Namun tidak hanya terbatas pada kemampuan meramal saja, sebagian besar anak/dewasa Indigo juga memiliki kemampuan paranormal yang sangat kompleks seperti sebagai: penyembuh dan lain sebagainya.


Indigo banyak yang mempunyai kemampuan di luar nalar. Misalnya, dia bisa melihat dan berdialog dengan teman-teman di alam lain yang tidak bisa dilihat orang lain atau mendadak piknik keluarga yang sudah dirancang matang jauh hari sebelumnya hanya karena dia merasakan akan mendapat rintangan atau kecelakaan dalam perjalanan, jadi batal. Ada juga yang bisa mendengar hal-hal yang tidak bisa di dengar orang.


Pakar psikologi anak dari Universitas Indonesia (UI) Dr Tubagus Erwin  mengakui, anak indigo memang berbeda dengan anak-anak sebayanya. Katanya, anak indigo memiliki moto berjiwa dewasa serta mampu membedakan dan menghargai perbedaan. Namun, indigo bukanlah sesuatu penyakit karena tidak termasuk dalam daftar penyakit sedunia yang dikeluarkan WHO. Mereka, menurut dia, memiliki kekuatan spiritual yang tidak dimiliki semua orang. Meski demikian, anak indigo bisa sehat dan sakit, baik secara fisik maupun mental. Yang jelas, anak semacam ini memerlukan pendidikan khusus. “Semua tergantung interaksi dengan lingkungannya,” katanya.


Ada yang sering mendapati visi/pandangan/kilasan kejadian masa depan. Ada yang bisa melihat ke tempat lain dengan memejamkan mata. Ada juga yang bisa menguasai hingga 9 bahasa tanpa pernah belajar sedikitpun. Ada juga yang bisa melihat masa lalu dengan menyentuh benda-benda tertentu. Ada juga yang memiliki kemampuan pemikiran hebat/konseptor. Ada juga yang bisa bicara dengan binatang atau bahkan dengan tumbuhan. Tapi kemampuan mereka itu bukan dipelajari, tapi sudah ada sejak kecil, dan biasanya mereka punya kekurangan, kebanyakan sulit adaptasi. Ada yang bilang kalo Ibnu Sina/Avicena, bapak kedokteran dunia adalah seorang anak Indigo, dia bisa memetakan khasiat tumbuhan hanya dengan melihatnya, seolah-olah tumbuhan berbicara padanya mengenai khasiatnya.


Fenomena ini merupakan sebuah bukti bahwa kemampuan manusia itu sebenarnya lebih dari apa yang pernah kita lihat. Jika ada seorang ahli yang bilang otak manusia hanya digunakan sekitar 2% dari seluruh kemampuannya, bisa jadi. Anak Indigo bisa muncul karena beberapa hal, memang rata2 orang berpendapat bahwa “old soul”-nya ini dikarenakan telah mengalami reinkarnasi beberapa kali. Ada pula yang tidak percaya dengan reinkarnasi, menyatakan bahwa anak Indigo ini murni bakat alami, tak ada hubungannya dengan reinkarnasi.

E.  MENGAPA TERJADI ANAK INDIGO?

Apakah indigo sebuah anugerah atau kelebihan tertentu?  Bisa jadi, dibalik anugerah itu, ada sebuah tanggung jawab yang harus dipikul oleh mereka. Seperti seseorang yang dikaruniai ilmu oleh Tuhan YME kemudian harus menyebarluaskannya kepada orang lain.


Lalu seperti apa tanggungjawab yang dibebankan kepada para indigo ? Secara nyata di masyarakat kita ini, fenomena apa pun yang sedikit aneh selalu menarik perhatian masyarakat. Mayoritas orang yang meyakini fenomena indigo beranggapan bahwa anak indigo adalah anak yang spesial, yang lahir ke dunia dengan misi semacam "menyelamatkan dunia". Dan kenyataannya, banyak sekali pihak-pihak yang berbackround mistik (paranormal) sampai yang berbackround ’akademis’ (tanpa berpikir soal tanggung jawab ilmiahnya) berbondong-bondong membuat daftar kategorisasi sifat-sifat/ciri-ciri tersebut terpenuhi maka anak tsb dinyatakan sebagai anak indigo, dengan efek samping pada si anak dibebani tanggungjawab keyakinan masyarakat bahwa diri si anak tsb memiliki misi lahir sebagai penyelamat dunia yang semakin semrawut.


Beberapa ahli berpendapat bahwasannya keberadaan anak/dewasa Indigo di dunia ini adalah dalam rangka mengemban misi Mesiah dan menjadi pemimpin umat manusia generasi berikutnya. Mereka memiliki kecerdasaan spiritual yang sangat tinggi dan bahkan cukup sulit dimengerti oleh banyak kalangan sehingga mereka terkesan menentang dogma dan ritual agama yang telah ada. Kalau begitu, apakah setiap anak indigo ini sadar akan eksistensinya dan menerima dengan ikhlas atas segala tanggungjawab yang diberikan padanya? Atau apakah kesadaran ini memang sudah ada dalam diri mereka sebagai bagian dari instink atau intuisi mereka? Apakah berlebihan jika kita menganggap mereka sebagai ’tokoh penyelamat’ dunia? Namun tampaknya, fenomena ini sudah semakin dilupakan orang karena belum ada tindak lanjut yang berarti atau mungkin karena mereka kurang memberikan kontribusi?

F.  TIPE ANAK INDIGO

Ada 4 macam anak indigo (Nancy Tappe, dalam Carrol dan Tober, 1999):

1. Humanis. Anak indigo tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Anak tipe ini mempunyai kelebihan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Biasanya mereka menggunakan kemampuannya untuk menolong orang lain. Kecenderungan karir mereka di masa datang akan menjadi dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku yang menonjol saat ini adalah hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat yang kokoh.
2. Konseptual. Anak indigo tipe ini lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Mereka amat menonjol dalam merancang suatu program. Misalnya dalam rangka menyelamatkan perusahaan yang akan bangkrut atau membuat usaha baru yang booming dan mandatangkan keuntungan finansial bagi banyak orang. Contoh karir mereka di masa depan adalah sebagai arstiek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku yang menonjol adalah suka mengontrol perilaku orang lain.
3. Artis. Anak indigo tipe ini menyukai pekerjaan di bidang seni. Perilaku yang menonjol adalah sensitif, dan kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat mereka terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.
4. Interdimensional. Anak indigo tipe ini yang memiliki ketajaman indera keenam. Di masa yang akan datang menjadi seorang filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun kepada mereka karena mereka sudah mengetahuinya.

G.  CIRI-CIRI ANAK INDIGO

Menurut Erwin, alumnus FK Unair 1967, anak indigo memiliki 6 sifat:

1. Tingkat kecerdasan superior. Biasanya IQ-nya di atas 120. Sehingga mereka enggan mengikuti ritual yang tidak rasional dan tidak spiritual.
2. Anak indigo dapat mengerjakan sesuatu tanpa diajarkan terlebih dahulu.
3. Dapat menangkap perasaan, kemauan, atau pikiran orang lain.
4. Dapat mengetahui sesuatu yang tidak dapat dipersepsi oleh pancaindera di masa kini, masa lampau (post-cognition), dan masa depan (pre-cognition).
5. Mengetahui keberadaan makhluk halus.
6. Anak indigo tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan alam dan kemanusiaan.

Menurut Jan Tobler dalam pengantar buku The Care and Feeding of Indigo Children ada 10 ciri anak indigo. Virtue (dalam Carrol dan Tober, 1999) menyatakan bahwa anak indigo memiliki kecerdasan yang tinggi, namun dengan kreativitas yang terhambat.  Berikut ciri-ciri anak berbakat yang Indigo.
1. Memiliki sensitivitas tinggi.
2. Memiliki energi berlebihan untuk mewujudkan rasa ingin tahunya yang berlebih-lebihan.
3. Mudah sekali bosan.
4. Menentang otoritas bila tidak berorientasi demokratis.
5. Memiliki gaya belajar tertentu.
6. Mudah frustrasi karena banyak ide namun kurang sumber yang dapat membimbingnya.
7. Suka bereksplorasi.
8. Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya.
9. Sangat mudah merasa jatuh kasihan pada orang lain.
10. Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegagalan.

Menurut Carol dan Tober, anak-anak Indigo memiliki 10 atribut berikut:
1. They come into the world with a feeling of royalty (and often act like it) // Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi.
2. They have a feeling of “deserving to be here,” and are surprised when others do not share that // Mereka menghayati hak keberadaannya di dunia ini dan heran bila ada yang menolaknya.
3. Self-worth is not a big issue; they often tell the parents “who they are.”  // Mereka menganggap bahwa dirinya bukanlah yang utama; seringkali menyampaikan jati dirinya kepada orang tuanya.
4. They have difficulty with absolute authority (authority without explanation or choice) // Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan.
5. They simply will not do uncertain things; for example, waiting in line is difficult for them // Mereka enggan melakukan hal yang tidak pasti, seperti menunggu.
6. They get frustrated with systems that are ritually oriented and do not require creative thought // Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran kreatif.
7. They often see better ways of doing things, both at home and in school, which makes them seem like “system busters” (non-conforming to any system) // Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga menimbulkan kesan ‘non konformistis’ terhadap sistem yang berlaku.
8. They seem antisocial unless they are with their own kind. If there are no others of like consciousness around them, they often turn inward, feeling like no other human understands them. School is often extremely difficult for them socially // Mereka tampak anti sosial dan terasing kecuali berada dalam lingkungan sesama indigo. Sekolah seringkali menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisasi.
9. They will not respond to “guilt” discipline // Mereka tidak akan menanggapi disiplin yang salah.
10. They are not shy in letting it be known what they need // Mereka tidak sungkan untuk meminta apa yang dibutuhkannya.

Ada pula yang berpendapat bahwa ciri anak Indigo adalah:
1. Memiliki kesulitan dalam menghadapi otoritas mutlak.
2. Tidak mau mengikuti kegiatan tertentu Ex:menunggu giliran yang menurutnya tidak masuk akal.
3. Seringkali menemukan cara yang lebih baik untuk mengerjakan sesuatu.
4. Tampak seperti pribadi yang asosial (kecuali dalam kalangan sendiri).
5. Mudah frustasi menghadapi sistem yang berorientasi pada ritual serta kegiatan yang tidak menuntut kreatifitas.
6. Tidak dapat dididik dengan disiplin kaku.
7. Tidak malu membiarkan orang lain mengetahui apa yang mereka butuhkan.
8. Penghargaan untuk diri sendiri bukan hal utama yang mereka cari.
9. Perilakunya sering menunjukan bahwa diri mereka sudah ditakdirkan hadir di dunia.
10. Mereka biasanya muncul sebagai sosok yang memiliki keagungan kewibawaan.

Menurut penelitian Russell Barkley anak-anak Indigo adalah hasil keturunan dari orang tua new age. Terlalu banyak diekspose dengan pemikiran new age atau lingkungan new age, akan membuat anak-anak ini berbicara lebih banyak dalam bahasa new age dibanding generasi pendahulunya. Beberapa kritik juga menganjurkan bahwa melabeli anak sebagai Indigo akan membuat anak-anak memiliki kelakuan sosiopat, seperti merasa superior (manusia unggul), alien, dan sombong.

Di samping ciri-ciri tersebut di atas, berikut ini ciri-ciri yang lazim dijumpai pada anak indigo:
1. Memiliki pola perilaku yang secara umum tidak dipelajari sebelumnya.
2. Memiliki keyakinan diri besar.
3. Memiliki aktivitas yang jarang diijinkan oleh lingkungannya.
4. Memiliki rentang atensi yang pendek.
5. Memiliki temperamen aktif dan kreatif.
6. Memiliki harga diri kuat.
7. Memiliki kesulitan menerima otoritas.
8. Tidak ingin melakukan hal-hal sepele.
9. Merasa frustrasi berhadapan dengan rutinitas dan ritual.
10. Memiliki cara sendiri yang berbeda.
11. Mengalami kesulitan secara sosial.
12. Bersikap terbuka dalam menyampaikan keinginan-keinginan dirinya tanpa perlu merasa malu.

H. INDIGO vs PRESTASI

Seringkali anak indigo salah dikenali. Mereka kerap dianggap memiliki kelainan prilaku atau kesulitan belajar. Kesalahan pemahaman ini bisa disebabkan oleh jarangnya prestasi belajar yang ditunjukkan anak indigo. Seorang anak yang diberkahi dengan kelebihan indigo sebenarnya merupakan anak dengan tingkat intelegensi tinggi, bahkan lebih tinggi dari anak normal sebayanya. Tingginya tingkat intelegensi ini terkadang tidak tampak pada prestasi di sekolah, dan tidak jarang seorang anak indigo sampai tinggal kelas. Hal ini bisa dipahami setelah kita mengetahui karakteristik/ciri-ciri anak indigo. Namun, kita pun bisa melihat banyak juga anak indigo yang memang bisa mencetak prestasi bintang menyamai anak-anak jenius.


Nah, lalu dimana letak masalahnya? Kenapa mereka bisa berbeda? Indigo child kebanyakan malas belajar dan kurang ambisi, bahkan beberapa anak mengeluh sering sakit kepala karena banyak hal yang mereka tidak mengerti berada di pikiran mereka. Ada yang mengatakan, umumnya anak Indigo berkepintaran tinggi, walaupun tidak bisa diukur dengan prestasi sekolah dengan ukuran peringkat. Mereka punya kemampuan berpikir, berdialog setingkat orang dewasa. Jadi, hati-hati kalau berhadapan dengan seorang indigo jangan mengukur kemampuan berpikir mereka dari usia dan pendidikannya.


Terkadang apa yang tidak sampai dalam alam pikir kita sebagai orang dewasa, indigo bisa mencapainya. Jadi, terkesan ia banyak akalnya dan banyak maunya, menjadikan mereka suka dicap sebagai anak kecil “sok tahu” atau kalau orang dewasa dicap sebagai orang sombonglah karena suka menganggap lawan berdialog “telmi” (telat mikir). Bukan berarti dengan kurang menonjolnya prestasi belajar mereka di sekolah, anak Indigo tidak mempunyai ’sesuatu yang bisa ditunjukkan’. Pada umumnya mereka memiliki minat tersendiri. Dampaknya, mereka kurang fokus terhadap bidang yang tidak mereka sukai sekalipun itu memang harus dijalani, misalnya sekolah. Nah, sekali mereka mempunyai minat, mereka akan fokus dan mendalaminya. Tak jarang, mereka pun mampu menghasilkjan prestasi dari bidang yang mereka minati tersebut, misalnya seni. Jika sudah fokus, mereka akan mempunyai tekad yang kuat dan memiliki semangat juang untuk mendapatkan sesuatu. Dan biasanya, ternyata mereka mampu meraih apa yang mereka inginkan.

I.   INTUISI MEREKA

Seperti kita ketahui, manusia umumnya memunyai lima indera, tetapi ada juga yang dinamakan indera keenam. Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Bagaimana hubungan warna itu dengan anak-anak indigo yang diketahui memiliki indera ke enam? Indera yang dimaksud adalah intuisi, semua orang sebetulnya memiliki intuisi tetapi khusus anak indigo mempunyai intuisi yang luar biasa tajam di atas kemampuan orang kebanyakan. Mereka demikian peka seperti halnya anak jenius mempunyai kepintaran di atas rata-rata, demikian juga anak indigo mempunyai intuisi luar biasa tajam.


Dalam literatur kesehatan seperti yoga, prana, autohipnotis, meditasi dan sebagainya dikenal bahwa manusia selain mempunyai fisik yang bisa dilihat dan diraba juga mempunyai tubuh halus yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang berbakat kewaskitaan, yaitu orang yang extra sensory perception (ESP)-nya berkembang dengan baik karena tubuh halus itu berbentuk energi sinar berada di bawah empat oktaf dari kemampuan mata kasat melihat. Mata kasat sendiri hanya mampu melihat warna pelangi, yaitu dari ungu sampai merah. Sedangkan badan halus itu berada di bawah warna merah termasuk far infra red ray (FIR) dengan panjang gelombang sekitar 12-6 mikron, frekuensi 60-120 Hz, dan orang awam mengenalnya dengan sebutkan aura. Yaitu, sinar elektro-magnetik dari tubuh. Sinar elektromagnetik yang memancar dari tubuh seseorang berbentuk elips mengelilingi tubuh fisik, kualitas warna dan kepadatannya mengindikasikan kesehatan dan karakter seseorang.


Untuk mengetahui apa warna sinar elektromagnetik yang dikenal sebagai aura, kini orang tidak perlu menunggu sampai mempunyai kemampuan ESP yang dikenal juga dengan istilah “mata ketiga”. Di Jakarta sudah ada mesin foto aura generasi akhir yang disebut Aura Video Station. Di situ kita bisa melihat secara langsung di layar monitor energi sinar elektromagnetik atau aura itu bergerak membentuk selubung dari tubuh fisik sesuai dengan tingkatan kesehatan dan emosi seseorang yang diproyeksikan dengan warna. Nah, warna anak indigo sementara ini berdasarkan fakta yang terkumpul umumnya berwarna biru sampai violet sebagai dominasi dari aktifnya cakra keenam, yang juga disebut cakra “mata ketiga”.


Berikut ini kita akan melihat apa itu cakra dan dari mana kaitan warna itu dengan intuisi tajam yang menjadikan seseorang berpredikat indigo dengan ketajaman intuisinya, meski sudah kita bahas sedikit di atas. Di tubuh halus manusia yang disebut juga tubuh bioplasmik diketahui punya pintu-pintu energi. Kesehatan pintu-pintu energi itulah yang mendasari energi elektromagnetik (aura) seseorang dan warna yang tertangkap sebagai pancaran sinar elektromagnetik itu adalah hasil dominasi keaktifan pintu-pintu energi tersebut. Pintu-pintu energi itu disebut cakra diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti roda yang berputar.


Dalam literatur Yoga dikenal tubuh bioplasmik seseorang punya pintu-pintu energi yang berjumlah sekitar 360 dan terdiri dari pintu-pintu besar, sedang, dan kecil. Tetapi yang sangat berperan menghasilkan warna aura adalah pintu-pintu besar, dan dikenal dengan sebutan cakra-cakra utama yang berjumlah tujuh dan punya nama dan warna tertentu, serta memberi intensitas energi sendiri-sendiri pada tiap wilayah kesehatan organ dari tubuh fisik itu sendiri.


Cakra keenam yang berwarna energi indigo disebut juga nila yang bertanggung jawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk pancaindera dan memberi energi pada kepekaan intuisi dan ketajaman perasaan (felling) untuk hal-hal abstrak, seperti berpikir cepat. Sedangkan cakra ketujuh warna energi violet bertanggung jawab pada semua organ di kepala, khususnya otak dan memberi energi pada sikap seseorang berhubungan dengan keillahian.


Di sini timbul satu pertanyaan; apakah seseorang yang memiliki aura berwarna ungu otomatis indigo juga? Jadi, jelas indigo child memiliki ketajaman intuisi karena bukan dari sinar elektromagnetik tubuhnya saja, tapi juga auranya yang hampir seluruhnya merupakan tanda keaktifan yang lebih dominannya pintu energi yang satu itu yakni cakra mata ketiga yang terindikasikan mengeluarkan energi berwarna indigo. Umumnya orang yang berbakat sebagai indigo sudah tampak sejak lahir, bahkan kenyataan sebagaimana umumnya juga merupakan karunia yang turun-temurun. Jadi, secara alami mereka memang punya karunia itu dan ketajaman intuisinya berlainan satu dengan yang lain.


Ada yang sangat peka sampai bisa mempunyai penglihatan menembus ruang dan waktu, misalnya sambil mengadakan hubungan telepon dia bisa menebak lawan bicaranya pakai baju warna apa atau sambil ngemil apa, juga mempunyai penglihatan akan kejadian-kejadian yang lalu atau yang akan datang dan keahlian seperti ini dimiliki juga oleh orang yang dijuluki paranormal, meskipun tidak semua paranormal itu indigo. Tetapi, ada juga yang hanya bisa merasakan kenyamanan suatu tempat atau lebih bisa membaca “pikiran orang”, ada juga yang bisa mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dia pelajari sebelumnya, seperti keahlian olahraga tertentu, menulis, melukis sampai menjadi ahli tata rambut terkenal dsb.


Ada sebagian orang yang berubah menjadi indigo child dan memiliki segala kelebihannya karena terbebas dari suatu penyakit berat atau kecelakaan parah yang biasanya secara medis sudah dinyatakan tidak ada harapan hidup lagi, tetapi tahu-tahu bisa kembali sehat normal dan menjalani hidup seolah baru terbebas dari kematian dan mempunyai kemampuan intuisi tajam, bahkan jadi bisa memunyai keahlian-keahlian khusus, seperti jadi terapis/ pengobat dengan kemampuan khusus/tabib tanaman obat dan sebagainya.

J.   CARANYA TAHU INDIGO?

Untuk mengetahui seorang anak itu indigo atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan. Salah satunya melalui foto aura. Caranya, lima jari anak yang diduga indigo dipasang sensor -semacam scanning- yang dihubungkan dengan komputer. Di komputer itulah akan tampak apakah auranya tergolong aktif atau tidak. Jika tampilan cakra di dahi berwarna nila dan kelihatan aktif (seperti bergerak-gerak) dan warna di sampingnya dominan nila, maka anak itu positif indigo. Cara lain untuk menentukan apakah seorang anak itu indigo adalah dengan melakukan wawancara psikologi terhadap si anak.

K.  TIPS MENGASUH ANAK INDIGO

1. Hargai keunikan anak.
2. Hindari kritikan negatif.
3. Jangan pernah mengecilkan anak.
4. Berikan rasa aman, nyaman dan dukungan.
5. Bantu anak untuk berdisiplin.
6. Berikan mereka kebebasan pilihan tentang apapun.
7. Bebaskan anak memilih bidang kegiatan yang menjadi minatnya, karena pada umumnya mereka tidak ingin jadi pengekor.
8. Menjelaskan sejelas-jelasnya (masuk akal) mengapa suatu instruksi diberikan, karena mereka tidak suka patuh pada hal-hal yang dianggapnya mengada-ada.
9. Jadikan sebagai mitra dalam membesarkan mereka.

Apa yang harus dilakukan guru?

1. Jadilah pendengar yang baik.
2. Gunakan pernyataan positif.
3. Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak.
4. Saling berbagi perasaan guru dan anak.
5. Ciptakan suasa kekeluargaan dalam kelas dengan aturan kelas yang dibuat bersama.
6. Menetapkan konsekuensi berdasarkan penyebab masalah kegagalan.

L.  KLUB INDIGO

Nah, sangat disayangkan bukan, diharapkan ada yang mau memelopori dan mendanai untuk membuat klub khusus supaya mereka bisa menarik manfaat dari karunianya. Tidak sedikit anak indigo yang kebingungan dengan kemampuannya menjadi frustrasi dan akhirnya menempuh jalan yang salah dalam mengarungi hidup ini, seperti terjebak dalam pemakaian narkoba karena ingin menghilangkan apa saja yang mereka alami dari lingkungannya yang selalu mencemooh dan mengecapnya sebagai orang miring, anak kacau, aneh, anak pembangkang dan sebagainya.


Mungkin bagi orang yang tidak mengalami akan terus mencemooh, di negara kita banyak orang yang masuk kategori indigo child, bahkan beberapa orang yang punya nama besar dengan keahliannya yang memadai, seperti seorang psikiater anak, psikologi, dokter, dosen, guru atau siapa saja yang mau memikirkan masa depan anak-anak, diharapkan untuk membantu mendirikan klab khusus untuk anak-anak itu, dan memberi pengarahan yang benar, agar keadaan anak indigo yang frustrasi tidak menimbulkan kejengkelan, kekacauan keluarga atau “keaiban keluarga” karena dianggap punya anak cacat.


Di Amerika, anak jenius tersebut langsung ditangani dan diangkat jadi aset negara. Bahkan, ada sekolah-sekolah atau perkumpulan khusus untuk orang dengan bakat itu. Tetapi, di Indonesia perhatian untuk anak jenius saja masih tanda tanya, apalagi untuk anak indigo yang sering dicemooh “ada-ada saja”. Jangan menutup kemungkinan bahwa mereka semua bisa berguna bagi kepentingan umum dengan bakat-bakatnya.


Semoga bermanfaat...