Minggu, 22 April 2018

Untukmu Yang Sedang Menunggu...

Waiting...


Jika bukan dia, mengapa mengeraskan hati untuk bertahan? Setidaknya berujung, daripada menunggu pada satu titik yang salah.
Jika menurutmu menghabiskan waktu terlalu lama untuk sesuatu dan pada akhirnya melepaskan adalah kesia-siaan, aku lebih dari itu. Sebuah perasaan berbunga yang tiba-tiba menjadi awan gelap. Mendung bahkan hujan deras. Namun itu sebelumnya, sekarang tidak lagi. Senja yang dulu sangat pahit ditatap, kini sangat manis dalam penantian yang sesungguhnya.
Ada sebuah kebahagiaan dalam ketulusan untuk melepas sesuatu yang tidak berhak dimiliki. Bagaimana mungkin bunga dapat bertumbuh di serakan besi? Hati yang salah pun tidak akan tumbuh pada tempat yang tidak semestinya. Bahkan jika ingin mencoba pasti akan layu.
Setiap pertanyaan, ada jawaban. Setiap penantian, pasti akan ada akhir. Mencoba belajar dari semua kejadian adalah pendewasaan dari penantian. Karena menunggu bukan hanya tentang mendapatkan yang diinginkan tetapi menerima yang dibutuhkan. Sebuah cerita tidak bisa bahagia seutuhnya, atau bersedih selamanya. Semuanya memiliki porsinya sendiri.
Seorang berucap, "Jika belum bahagia, maka itu belum endingnya".
Percayalah, menunggu dan tidak mendapatkannya bukanlah kesakitan. Tetapi berbahagialah telah melepas untuk belajar merelakan dan pendewasaan yang mengantar pada satu jawaban indah tepat pada waktunya.
Teruslah berjalan. Karena dunia menyediakan beribu bintang untuk dipetik. Menjadikanmu pribadi menawan yang berharga. Dirimu bukan untuk disesali, tetapi menyatakan bahwa yang diam menunggu tidak selamanya bungkam pada kehidupan. Tetapi yang berteman dengan kesempatan dan meraihnya di waktu yang tepat.

Kamis, 04 September 2014

Terimakasih Cinta


Tidak pernah habis kata untuk membahas mengenai cinta, bila terjadi pembahasan mengenai cinta mungkin lebih panjang daripada Cinta Fitri atau Tersanjung. Tidak perlu untuk membahas mengenai arti cinta dan bagaimana cinta itu datang, namun rasakan dan nikmatilah cinta itu. Karena, kita tidak pernah tahu kapan cinta itu datang bahkan pergi.

Cinta, terlalu lemah diriku untuk menjelaskannya.
Bahkan cinta itu terlalu sering datang di waktu yang tidak tepat namun pada orang yang tepat menurutku.
Tapi, terkadang aku merasa bila aku terlalu bodoh karena cinta.
Bila, cinta itu sudah bertemu mengapa harus ada akhir?
Mengapa juga ada kalimat, “sepertinya hubungan kita sampai disini.”
atau, “kayaknya kita ngga jodoh.”
Apakah ini semacam pembodohan yang diberikan media-media?
Aku rasa tidak, hanya aku saja yang bodoh.
Bodoh dalam urusan bercinta.
Aku membiarkan cinta itu pergi dengan mudah.
Aku terlalu sulit untuk mengatakan cinta itu.

Entahlah...
Aku hanya sering bersembunyi dalam gelapku dan mencintai seseorang dalam sunyi.
Apakah aku boleh untuk geer bila ada orang yang mencintaiku?
Ainta itu butuh sebuah yang namanya kepastian bukan?
Tapi cinta yang aku rasakan tidak ada kepastian.
Sampai kapan aku harus menanti dan sampai kapan aku jaga perasaan ini.
Tidak ada yang tahu, hanya semesta yang mengetahuinya.
Terkadang aku yang penasaran berusaha untuk menghindari atau menolaknya.
Tapi cinta itu akan datang pada waktu yang indah.
Cinta yang akan mempertemukan kita di masa depan.

Bahkan ada orang yang mengatakan bila hidup tanpa cinta akan terasa hambar. Gue hanya bisa mengiyakan, namun banyak orang yang hidup tanpa cinta meski sesekali ia merindukannya. Mungkin ada sebuah hukum yang tak tertulis dan menjadi kebutuhan manusia yang paling mendasar yaitu,

"Cinta adalah sebuah hal yang sulit dimengerti, namun manusia selalu ingin dicintai dan mencintai."

Mungkin melalui tulisan gue ini gue hanya dapat mengatakan, terimakasih cinta. Karena cinta gue dapat menulis dan berimajinasi. Karena cinta gue bisa menikmati ragam film yang temanya mengenai cinta. Karena cinta gue dapat menikmati seni yang bernama music. Karena cinta gue dapat hidup. Karena cinta gue dapat mengerti apa arti dari sebuah patah hati. Karena cinta gue dapat sebuah alasan untuk mengagumi seseorang untuk saya cintai. Dan terimakasih cinta, gue tidak pernah membayangkan bila dalam hidup ini cinta itu tidak pernah diciptakan. Karena cinta, semua yang kita rasakan menjadi berwarna dan mempunyai cerita tersendiri.

Cinta, sejujurnya gue terlalu lelah untuk mencari siapa yang menjadi cinta gue. Bahkan cinta itu hanya bertahan di dalam hati gue, tidak mudah untuk mengatakan cinta, tapi terlalu mudah untuk jatuh di dalam cinta itu.

Ada banyak orang yang hidup dalam tipe cinta mereka, mungkin gue masuk ke dalam tipe secret admirer yang hanya bersembunyi di dalam sunyi untuk mencintai seseorang, akan menjaga sebuah rahasia mengenai apa yang dirasakannya, bahkan merasa terlalu lemah untuk merasakan cinta yang seharusnya dapat terbalas. Mencari banyak alasan dan mengatakan tunggu waktu yang tepat, tapi terkadang saat gue merasa waktunya sudah tepat malah sudah ada yang mendahului gue. Terlambat!

Waktu yang diperdebatkan untuk membahas cinta akan selalu terbuang percuma, mending menikmati cinta yang sedang menghampiri daripada terus memperdepatkan cinta.

Nikmatilah cinta...

Gue bukanlah orang yang romantis tapi gue cuma orang yang beruntung untuk dapat menikmati cinta hingga dapat menuliskannya. Tapi dalam keberuntungan itu, gue pun merasa belum beruntung karena sesuatu hal yaitu belum bisa bertemu dengan cinta itu. Cinta kapan kamu datang untuk mengisi hariku? Ah sudahlah...


cinta kamu terlalu lemah untuk membuatku tersadar...


Hanya sekedar membayangkan keromantisan percintaan dan cinta yang tidak pernah mengenal kata akhir. Mungkin kita terlalu egois untuk terus menyatukan cinta, namun cinta itu tidak akan pernah dapat dipaksakan untuk menyatu, tapi cinta itu akan menjembatani perbedaan yang ada dalam di dalam cinta itu. Cinta akan datang tiba-tiba di saat waktu yang tepat namun dengan orang yang tidak tepat.

Jangan pernah mengatakan cinta bila belum pernah merasakan yang namanya sakit hati, ada banyak lagu tentang cinta yang mungkin saja tidak dapat dilantunkan, ada banyak kata mengenai cinta namun tak semuanya dapat dipuisikan atau diceritakan.

Peluklah cinta itu dan rasakan kehangatan cinta itu. Dia akan membawamu terbang tinggi dan membuatmu merasakan begitu berharga, dia seperti obat doping yang membuat kekuatan kita begitu berlebih ketika merasakan cinta tersebut.

Mungkin... Iya... Hanya mungkin...
Seandainya... Seandainya...


Terimakasih cinta.. karena cinta gue dapat menyapanya di pagi ini dan mendapatkan senyuman di pagi ini meski hanya lewat emoticon di media sosial. Mungkinkah cinta itu akan menyatukan kita? Atau cinta itu hanya membuat kita menjadi teman?

Hidup itu memang misteri. Terlebih lagi cinta.
Gue belajar untuk berdiam dan tidak mengambil jalan pintas dengan percaya akan ramalan.

"Don't ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way...."

Jangan pernah menyerah dan putus asa untuk mendapatkan cintamu, karena cinta akan menemukan jalannya. Dan bila kamu percaya bahwa dia adalah cintamu, nyatakanlah. Jangan biarkan semuanya berakhir dengan kata terlambat. Lalu bersyukurlah karena sampai saat ini kamu telah mengenal apa arti cinta itu dan merasakan cinta dalam hidupmu. Karena cinta ku dapat bertahan.

Terimakasih cinta...

Cinta Terpisah Oleh Jarak

"And as days go by, the memories remain. I wait for you. As days go by I swear I'll try. Until I die. Anything for you."


Sebenarnya kurang niat untuk membahas hal ini, namun masalahnya perasaan itu terjadi ketika gue harus sementara berpisah dari dia. Hubungan yang lebih dikenal dengan LDR ini adalah suatu hubungan yang terasa spesial dan unik. Gue juga pun orang yang mengalami kisah kasih yang terbentang oleh jarak yang jauh, cuman gue pernah menjalani kisah asmara yang jaraknya tidak terlalu jauh tapi kalau ketemu pun susah. Ah sudahlah ya ngga usah dibahas juga gapapakan? Kembali ke awal, LDR itu terasa spesial dan unik, kenapa? Karena hanya orang-orang tertentu yang bisa mempertahankan hubungan mereka yang terbatas untuk bertemu secara langsung karena jarak yang memisahkan mereka.

Spesial. Bukan nasi goreng atau martabak spesial, namun gue merasa suatu hubungan ini spesial. Karena akan ada kisah yang membuat orang-orang yang merasakan cinta tersebut tersenyum dan menikmatinya, bahkan tidak semua orang dapat berjuang dan bertahan dalam merasakan getirnya hubungan yang jauh tersebut. sehingga ketika mereka bertemu akan terasa spesial daripada mereka yang menjalani kisah kasihnya yang tidak terpisah jarak yang jauh.

Unik. Ah mungkin hampir sama dengan spesial, namun keunikannya adalah pada waktu mereka bertemu yang mungkin hanya tiap akhir minggu, berapa bulan sekali, bahkan sampai pada hitungan tahun. Unik karena banyak keunikan yang mungkin belum gue ketahui lebih banyak dari keunikannya lagi.



Tidak mudah untuk mempertahankan sebuah hubungan yang unik dan spesial ini, namun bukan berarti harus menyerah. Karena cinta tidak mengenal yang namanya jarak, dia akan percaya satu dengan lain meski mereka terpisah tapi hati mereka tidak pernah terpisah, cinta mereka saling berdekatan dan menyatu. Tidak ada yang tidak mungkin, bahkan kisah LDR pun banyak yang berakhir bahagia, iya bahagia. Menyatu menjadi satu dipersatukan oleh hubungan yang lebih tinggi yaitu pernikahan.

Bukan.. bukan... bukan cuma jarak yang kadang memisahkan namun waktu pun memisahkan hubungan ini. Seperti susah menyesuaikan waktunya, waktu yang tepat. Perbedaan zona waktu pun menjadi masalah bagi mereka yang terpisah oleh jarak yang begitu jauh.

Mereka tidak peduli dengan keadaan sekitar, mereka merasa bahagia ketika mempunyai waktu untuk bertemu meski itu hanya sebentar tapi itu terasa begitu berharga. Ketika rindu hanya dibalaskan melewati media tertentu, akhirnya penantian dari rindu itu terbalas dengan tatap muka dan belaian halus yang merasakan ketenangan.

Ah mungkin benar cinta itu tidak mengenal jarak atau waktu yang memisahkan dua sejoli yang dimabukan oleh asmara. Gue membayangkan bagaimana gue di posisi seperti itu, yang sering memeras perasaan ketika pasangan tidak ada kabarnya atau cemas dengan keadaannya, bahkan terkadang rasa cemburu meliputinya ketika melihat suatu hal yang mencurigakan lewat media sosial yang mereka miliki.



Yes, jarak yang malah membuat hubungan mereka semakin kuat. Percaya, yakin, dan setia. Tiga hal yang diperlukan untuk membuat hubungan ini menjadi kuat setiap harinya bahkan bertumbuh. Bagi mereka yang tidak merasakan hubungan ini akan mudahnya untuk mencela mereka yang menjalani hubungan ini.

Apa itu rindu? Apa itu kangen? Itu adalah makanan sehari-hari bagi mereka. Ketika kangen dan rindu mereka hanya dapat melepaskannya lewat foto-foto mereka yang tersimpan, melalui sms, melalui chatting yang dibantu oleh fasilitas lainnya. Ketika mereka rindu mendengar suara dari pasangannya terkadang telepon menjadi jalan tengah ketika internet pun menjadi masalah di antara mereka.

Sebuah pengorbanan besar yang mereka pertaruhkan, mungkin akan berakhir dengan keadaan yang bahagia di akhirnya. Cobaan itu akan banyak yang datang, silih berganti untuk menerjang namun keyakinan mereka terhadap cinta mereka dipertaruhkan bila mereka kuat melewatinya masih ada masalah lain yang akan datang, hanya lewat kepercayaan mereka dapat melewati setiap masalah tersebut.



Karena tidak ada yang mudah dalam menjalani suatu hubungan, terkadang jarak dan waktu membuatnya menjadi suatu cerita yang lain, namun terkadang jarak dan waktu membuatnya menjadi suatu kebosanan yang membuatnya menjadi hambar. Bosan dan tidak sabar untuk dapat bertemu kapan, terkadang jarak dan waktu tidak pernah berbohong, pengorbanan yang dilakukan menjad hambar ketika dari salah satu pihak merasa merekalah yang paling sering berkorban untuk memperjuangkan cinta mereka.

Akan banyak alasan dan argumen yang diberikan untuk mempertahankan siapa yang benar dan salah, tapi ketika ego itu sudah bermain dan memenangi perasaan itu hanya ada diperlukan hilangkan ego tersebut untuk memperjuangkan cinta tersebut. Memang ada rasa sakit ketika apa yang diperjuangkan, apa yang dikorbankan terasa satu pihak yang terus menerus mengalaminya, seakan yang berjuang untuk mempertahankannya, tapi percayalah kondisi seperti itu cepat atau lambat akan berubah. Bila kita percaya akan sebuah keajaiban dan keyakinan akan kekuatan cinta itu sendiri.

Tidak ada yang tidak mungkin.

Ah mungkin bagi saya, cinta yang dipisahkan oleh jarak dan waktu itu seperti mendukung suatu penyanyi yang berasal dari Canada, terlalu jauh untuk digapai, bahkan butuh perjuangan untuk menyaksikan konsernya, butuh pengorbanan yang lebih. Namun, ketika mendengar kedatangannya ke Indonesia, begitu excited untuk menyambutnya datang dan kerinduan gue untuk melihatnya terbayar lunas. Mungkin seperti itulah kondisi para orang-orang yang menjalani kisah cintanya dengan status LDR-an.

Berbahagialah orang-orang yang menjalani suatu hubungan tanpa merasakan LDR, namun lebih berbahagialah orang-orang yang menjalani suatu hubungan dengan LDR, karena mereka adalah orang yang terpilih dan spesial.



Sometimes, the people who are thousands of miles away from you, can make you feel better than people right beside you. – Unknown

I hate waiting. But if wait means being able to be with you, I’ll wait for as long as forever to be with you. – Unknown

Long distance relationship will work if two people involve are strong in faith, love and respect for each other. – Unknown

Cinta Itu Sedang Menunggumu


Menunggu dan menanti itu memang membosankan, ditambah lagi dengan ketidakjelasan akan apa yang didapatkan setelah menunggu. Terkadang gue suka berpikir dan mengambil sebuah asumsi bila menunggu itu adalah bagian dari yang namanya kesetiaan tapi terkadang pula gue suka bilang itu adalah pembodohan. Tapi ternyata menunggu yang tak pasti itu selalu menghasilkan sebuah cerita tersendiri yang tak dapat diungkapkan oleh kata-kata.

Nyesek ialah ketika sedang dalam menunggu, orang yang ditunggu itu malah pergi dengan orang lain. Seakan merasa ditikam secara berkali-kali pada tempat yang sama, tapi hanya ada kalimat mungkin atau seandainya yang keluar dari bibir dan senyum tipis terkembang melihat orang tersebut pergi begitu saja.

Ah, seandainya waktu itu dapat memberikan sebuah tanda kapan waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya, malah terkadang waktu memberikan sebuah jawaban yang tak terduga yang malah menjadikan penyesalan karena semuanya sudah terlambat dan telat. Dia telah pergi dan haruskah tetap menantikan dirinya atau kembali mencari yang lain?

Terkadang, eh bukan deng, malah keseringan gue lebih memilih untuk menundanya dengan mengatakan ini belum saat yang tepat dengan ditambah embel-embel lain yang mengikuti kalimat di awal untuk memperkuat alasan tersebut. tapi, ya nyatanya yang sebenarnya adalah hanya masalah ketidakberanian dan ketakutan yang mendera. Ketakutan yang tanpa alasan yang jelas, yang malah membuat cinta itu seakan bertepuk sebelah tangan, karena hanya mencintai dirinya dari jauh dan menutup rapat setiap kisah tersebut dari orang lain.

if you dont try, you'll never know.

Mencoba? Sudah tapi hasilnya sudah terjebak di dalam sebuah zona abu-abu yaitu, friend zone. Segan untuk mengungkapkan karena takut malah merusah persahabatan yang sudah terbangun. Atau, bagaimana dapat mencoba kan kondisinya begitu dalam memisahkan dan gue dan dia pun tidak kenal, tapi bodohnya gue malah terjebak dalam perasaan jatuh cinta terhadapnya. Ironis.

Seperti yang gue bilang di awal menunggu itu pembodohan, karena di saat menunggu itu kita akan bahagia ketika melihat dia sedang bahagia meskipun itu dengan orang lain dan pada kenyataannya kita yang sedang terluka dan sakit melihat kenyataan tersebut. Bodoh, mengapa hal tersebut dapat terjadi? Mengapa gue begitu lemah? Dan mengapa gue membiarkan segala excuse itu yang menang?


Seperti saat menantikan hujan reda, penuh berharap dan memimpikan melihat pelangi di akhir hujan tersebut tapi terkadang pelangi yang diharapkan untuk muncul tersebut tidak pernah nampak meski penantian yang dinantikan itu sudah begitu lama. Sama seperti penantian dalam cinta, mungkin sudah begitu lama kita menunggu dan menantikannya namun setelah di akhir dari penantian itu yang didapat bukanlah kebahagian malah kekecewaan karena dia ternyata tak pernah kunjung datang.

Penyesalan itu terjadi di akhir, dan dia merenggut sedikit kebahagian. Hanya ada rasa sesal, tetapi mungkin saja memang kita yang salah menantikan cinta tersebut pada orang yang salah dan kita tidak akan pernah tahu untuk semua jawaban itu.

Berapa lama kita sudah menanti? Hitungan hari? Hitungan minggu? Hitungan bulan? Atau hitungan tahun? Menunggu itu adalah bagian dari yang namanya pengorbanan. Kita berkorban untuk sesuatu yang belum kita lihat dan tidak tahu akan hasil akhirnya bagaimana. kita berkorban untuk yang namanya perasaan. Kita berkorban waktu dan tenaga. dan yang pasti kita sudah terlalu bodoh untuk saat ini.

Lucunya ketika telah menanti pada waktu yang lama dan merasa waktunya sudah tepat, semua perasaan itu hilang lenyap begitu saja tanpa ada sisa. semuanya menjadi biasa saja, tidak seperti saat waktu dalam menanti. Aneh tapi nyata, lucu tapi tragis.

Ah gue benci hal tersebut, mengapa harus hanya rasa sakit hati yang diterima saat menunggu dan saatnya sudah tepat malah rasa itu sudah tidak sama lagi, sudah tidak ada bekasnya dalam hati ini. Apa itu sebuah rencana yang berasal dari alam semesta ini yang membuat skenario yang terasa tragis ini? Gue tidak mau menyalahkan apa yang terjadi dan siapa-siapa, tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, namun gue hanya memilih untuk menikmatinya saja tanpa terlalu banyak berkomentar.

Menunggu bukan suatu hal yang mudah, menunggu pun membutuhkan sebuah tingkat kedewasaan, menunggu berarti harus siap untuk menanggung setiap resiko, menunggu juga siap untuk makan hati setiap harinya, menunggu juga akan menghasilkan banyak alibi, menunggu itu ... ah sudahlah terlalu banyak, bahkan sangat banyak yang akan dituliskan dalam menunggu, dan gue menuliskan ini pun dalam keadaan menunggu. Menunggu kepada ketidakpastian malah bukan hanya tidak pasti tapi gelap dan tak dapat diraba-raba bagaimana hasilnya.

Menunggu itu menghasilkan tingkat ke-kepo-an yang tinggi dan melatih menjadi tenaga stalker profesional. Kita akan selalu bertanya dalam hati apa yang sedang ia lakukan saat ini dan kita setiap paginya akan mendoakan dia di dalam doa kita. Menunggu itu merusak jiwa dan pikiran, tapi menunggu itu akan menghasilkan senyuman yang kasat mata.

Mungkin, kamu tidak tahu siapa yang sedang menunggumu...
Dia akan selalu setia menantimu untuk kamu datang kepadanya...
Mungkin, dia kalah oleh ketakutan dirinya...
Atau dia sedang menunggu waktu yang pasti dan tepat...
Tapi nyatanya...
Waktu itu akan selalu menghasilkan sebuah keajaiban...
Cinta memang banyak warnanya...
Dan warna yang terindah yaitu saat...
Penantian akan cinta itu terbalaskan...
Dan dia yang menunggu kamu selalu tersenyum kepadamu...

Dia selalu memperhatikanmu dari kejauhan...
Dia selalu berusaha untuk memahami dirimu yang terlalu jauh...
Atau salahkah dia yang mencintaimu tanpa bilang-bilang?
Salahkah dia?
Apakah kamu mau tahu siapa orang tersebut?
Dia adalah dia...
Mungkin kamu tidak mengenal dia, namun...
Dia mengenal dirimu dan mencintaimu..
Dia adalah dia...
Dia yang akan selalu menunggumu…



Entahlah... tidak ada yang pasti untuk menjelaskan arti dari sebuah menunggu. Namun, bila ada orang yang berkata belum pernah merasakan arti cinta sebenarnya sebelum merasakan yang namanya patah hati, mungkin dapat ditambahkan arti cinta yang sebenarnya adalah saat menunggu cinta itu. Karena dalam menunggu akan banyak kejutan dan sebuah sensasinya tersendiri.

Takut. Mudah putus asa. Lemah. Mungkin akan begitu cepat menyerah untuk memperjuangkan cinta yang sedang mereka nantikan dan harapkan.

Menunggu...
Cinta...

Cinta itu sedang menunggu kapan waktu yang tepat untuk datang, tapi pada kenyataannya sering cinta itu terlambat datang, cinta itu datang kepada orang yang tepat di waktu yang salah, cinta itu datang kepada orang yang salah di waktu yang tepat...

Cinta aku sedang menunggumu?
Kapankah waktu yang tepat untuk bertemu denganmu?

Kamis, 28 Agustus 2014

Rasa itu...

Pelangi itu sudah tidak seindah dulu, kini ia mulai sering merusak hingga ulu hatiku. Perasaan ini terasa sesak saat aku ingat kembali raut wajah dan tatapan tajam matanya. Bagai simfoni membisu di suatu keramaian, kini aku sendiri dalam sepi. Terkadang aku bertanya mengapa kedudukan bintang jauh diatas bulan, padahal yang kutahu bintang mengambil cahaya bulan. “Cahayanya sampai ke bintang, ambilkan bu untuk menerangi tidurku yang lelap di malam gelap” sebuah lagu pun tau bahwa bulan si pemilik sumber cahaya, namun mengapa bintang bisa lebih unggul dan menarik dimata oranglain? Entahlah akupun mulai tidak mampu memahami keadaan ini, aku semakin sulit mengerti atas apa yang aku lakukan sekarang. Ini semua membuat kelabu fikiranku. Aku terus mengikuti detak jarum jam yang terdengar di ruangan ini yang semakin sunyi. Saat aku tersadar bahwa semuanya semakin menghilang, aku takut apa yang aku lakukan selama ini tidak berguna sama sekali. Aku masih tidak ingin ini berakhir begitu saja. Semuanya menjadi kacau, semrawut, dan hampir sirna.

Aku segera bangkit dari renunganku dan melihat kesekelilingku saat ternyata aku sedang sendiri dalam sepi. Ruangan ini terasa semakin gelap dan tidak bercahaya. Hampalah sudah kini, karena semuanya telah hancur berantakan. Aku pernah merasa bangga saat aku sedang berada di puncak. Dan mereka bilang aku adalah seorang bintang. Tapi tidak ada yang istimewa jika aku hadir di siang hari bukan ? Bintang hanya akan terlihat menarik saat yang lain mulai meredup, saat yang lain menghilang bintanglah yang paling terang, coba letakan aku dibawah sorot lampu menderang, kalian bisa tau bahwa aku bukan siapa-siapa. Semua ini menjadi hujan air mata saat langkahku harus terhenti. Cukup, aku tidak ingin melihat dan mengingatnya lagi. Terlalu buruk untuk aku ingat dan hanya akan meninmbulkan pedih yang luar biasa, Padahal yang kutahu kita memiliki tujuan yang sama, hanya jalan sajalah yang berbeda.

Surat Kecil Untukku...

Mungkin mereka bilang di dunia ini tidak ada yang selamanya. Tapi kitalah yang akan membuat sejarah itu sekarang. Bahwa kata selamanya layak untuk hubungan kita. Apalah arti hidup aku bila tanpamu? Aku hanya ingin kamu ada buat aku hingga akhir hidupku. Aku ngga ingin kebahagiaan ini hilang begitu saja, karena kebahagiaan inilah yang paling berarti buat aku, dan aku hanya bisa dapatkan kebahagiaan ini bersama kamu. Kadang aku selalu berdo’a dan berfikir kalau hubungan kita tanpa akhir, dan aku berharap itu menjadi kenyataan. Aku ngga peduli seberapa banyak cobaan dan rintangan yang harus aku lalui. Aku akan bisa lewati itu semua, asalkan bersama sama-sama kamu. Aku selalu disini, akan selalu menemani kamu sayang.


Komang Satria Liana

Catatan Kecil Untukmu...

Aku hanya berharap agar kamu tahu bahwa aku mencintaimu selamanya. Dan aku akan tetap mencintaimu selamanya. Kamu adalah salah satu orang yang membuatku menemukan siapa diriku. Aku selalu berfikir bahwa aku akan memilikimu untuk selamanya. Sampai ada seseorang memberi tahuku bahwa tak ada hal yang terjadi selamanya. Dan aku menyadari bahwa dia sedang membicarakan Komang-Ku, Kekasih-Ku.

Waktu tak mungkin akan berhenti, aku ingin kamu ada untukku dan hanya untukku, tapi ini tak dapat terjadi. Banyak orang yang membuat lelucon tentang diriku karena aku menjalin hubungan denganmu. Banyak orang yang merendahkanku karena perbedaan ini. Tapi aku tidak membenci mereka. Aku merasa menyesal atas perbuatan mereka, karena mereka tidak pernah tau arti dari berjuang untuk mempertahankan, terutama orang yang mereka cintai.

Sayangku, kalau kamu menangis karena suatu alasan, jangan menangis. Tetaplah kuat, karena aku masih seorang anak perempuan yang berjuang mempertahankan yang aku miliki untuk kebahagiaanku. Dan menunjukan pada mereka bahwa aku BISA meraih kebahagiaanku. Dan kamu tahu? Ini menjadi kenyataan! Karena tak ada yang mustahil. Sayangku, apapun pasti terjadi. Aku akan terus berjuang untuk menunjukan padamu, bahwa aku mencintaimu.

Aku berterimaksih banyak padamu karena kamu aku menjalani hidup lebih ceria. Lelucon yang membuatku tertawa, sebuah senyuman yang mampu meluluhkan hatiku, dan pita suara yang kau miliki itu membuatku jatuh. Jatuh kedalam lubang, yang bernama CINTA. Dan pada akhirnya aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta padamu. Bukan karena paras tampanmu, bukan juga karena kekayaanmu. Namun aku mencintaimu karena apa adanya dirimu. Aku mencintaimu seperti spongebob yang mencintai sebuah krabby pattie. Terdengar dan terlihat gila. Namun mereka tak pernah mengetahui dan merasakan bagaimana dan seberapa besar cinta kita kepada masing-masing. Aku mencintaimu seperti payung, yang rela membasahi dirinya sendiri dibawah guyuran air hujan dan membiarkan seseorang dibawahnya tetap kering dan hangat. Meski dirinya sendiri merasa kedinginan dan kebasahan. Aku mencintaimu seperti pohon yang rindang yang rela berpanas-panasan dibawah sinar matahri yang terik dan berusaha menjaga seseorang dibawahnya agar dia tak kepanasan. Aku mencintai sebesar galaxy, tak terkira, tak terhingga, dan tak terhitung. Aku mencintai semurni embun pagi yang selalu muncul diawal hari dan tak terkontaminasi apapun. Aku mencintaimu tulus seperti matahari, yang rela menerangi hari meski dirinya sendiri merasa kepanasan.

Aku hanya ingin melihatmu bahagia, aku hanya ingin melihatmu tersenyum. Seperti saat itu, seperti saat kita menghabiskan waktu bersama. Terimakasih atas kenangan yang pernah kamu berikan, kenangan ini akan selalu ku kenang sampai akhir hidupku. Aku sadar aku hanya memiliki sedikit waktu untuk bersamamu dan sepertinya aku tak dapat membuat sisa waktu kebersamaan kita bermakna dimatamu. Aku hanya dapat membuatmu kecewa karena aku tak bisa seperti yang kamu harapkan. Namun kamu harus mengerti aku tak mungkin membiarkanmu bersedih karena kecewa dan kamu tak mungkin dapat segera perempuan yang kamu harapkan. Namun satu pengharapanku padaku, berjanjilah untuk tetap menjalani hidupmu seperti dulu. Aku tak ingin kau bersedih karena kepergianku. Aku juga berharap kamu akan mendapatkan perempuan yang lebih baik dariku. Kumohon jangan menangis karena kepergian gadis bodohmu ini. Jangan pernah putus asa karena gadis bodohmu ini tak sanggup untuk menahan sakit. Aku hanya ingin kamu tertawa selama jantungmu berdetak, selama darah dinadimu mengalir, dan selama kamu bernafas. Jangan biarkan setetes air matamu itu jatuh, jangan biarkan aku bersedih disini. Kau bisa berjanji padaku bukan? Aku harap kamu bisa berjanji padaku. Ini bukanlah perpisahan, namun hanya suatu keadaan yang menyulitkan. Suatu saat nanti mungkin kita akan bertemu. Entah kapan, namun aku yakin kita akan bertemu. Namun bukan sekarang, sekarang bukan waktu yang tepat.

Tapi jangan katakan padaku bahwa aku tidak mencintaimu, bahwa aku tidak hidup untukmu. Aku akan selalu ada bersamamu. Aku adalah Febri untukmu. Aku adalah Febri-Mu. Seorang anak perempuan yang memotret wajahnya dengan pose lucu agar bisa membuat seseorang yang dicintainya tertawa dan tersenyum. Aku tahu, aku akan tumbuh menjadi dewasa, tetapi aku akan tetap menjadi “Febri” untukmu. Kamu berhak atas semua cintaku. Mungkin kamu berkata bahwa aku tak pernah menunjukannya. Tapi kau tahu? Aku mencintaimu. Tapi, aku fikir itu tak akan lama lagi, karena aku juga harus melanjutkan kehidupanku, sama seperti dirimu. Jika kamu berfikir bahwa FEBRIANI HARDILAH berubah. TIDAK!!! Aku tidak akan pernah berubah. Aku tetaplah seorang anak yang berjuang dan berdo’a untuk mempertahankan kebahagiaan-Ku. Aku hanya bertumbuh dewasa. Semua cintaku untukmu, My Sweetheart-Ku, sampai selamanya Komang Satria. I wanna be with you, I love you…

Fhyn